Laporkan Masalah

PREVALENSI DAN INTENSITAS INFEKSI Anisakis spp. PADA Scomber australasicus DI PERAIRAN SELATAN JAWA TIMUR

LISA RAMATIA, Dr. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si; Dr. Ir. Murwantoko, M.Si

2018 | Skripsi | S1 MANAJEMEN SUMBERDAYA AKUATIK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan intensitas infeksi larva anisakis (Nematoda) pada ikan Scomber australasicus di Perairan Selatan Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-April 2018. Sebanyak 266 ekor sampel ikan S australasicus telah dikumpulkan dari PPN Prigi dan PPP Muncar Jawa Timur. Setiap sampel ikan diukur panjang dan beratnya, kemudian dibedah untuk pengamatan infeksi anisakis. Pemeriksaan infeksi anisakis dilakukan pada bagian rongga tubuh, saluran pencernaan, hati, gonad dan daging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Scomber australasicus rentan terhadap infeksi anisakis dengan tingkat prevalensi Anisakis di PPN Prigi sebesar 93,02% dan PPP Muncar sebesar 53,28%. Sebagian besar larva ditemukan pada bagian rongga tubuh (80,61%) dan saluran pencernaan (18,07%), dan sangat sedikit ditemukan pada organ dalam lain dan daging. Identifikasi Anisakis secara morfologi menunjukkan bahwa Anisakis yang ditemukan merupakan Tipe I. Identifikasi molekuler secara PCR-RFLP dan direct sequensing dengan gen target ITS1-5.8S-ITS2 dan mtDNA cox2 menunjukkan bahwa spesies Anisakis yang ditemukan merupakan Anisakis typica. Kehadiran larva Anisakis pada ikan laut adalah fenomena yang biasa, namun demikian kewaspadaan terhadap infeksi anisakis pada bagian yang bisa di makan tetap diperlukan.

This study aimed to determine the presence of anisakis larvae (Nematodes) in Scomber australasicus in the Southern water of East Java. A total of 266 fish samples were collected from PPN Prigi and PPP Muncar East Java on March-April 2018. Fish samples were measured in length and weight, then dissected for observation of anisakis larvae infection in body cavity, liver, gonad, gastrointestinal tract and muscle. The result showed that Scomber australasicus was susceptible to anisakis infection with the prevalence and mean intensity in PPN Prigi (P=93,02%, MI=8,18 larvae/ind) and PPP Muncar (P=53,28%, MI= 11,41). Anisakis larvae infection mostly found in the body cavity (80,61%) and gastrointestinal tract (18,07%), and only a few larvae were found in the other internal organs and muscle. Morphological identification of anisakis showed that S. australasicus infected by Anisakis Type I. Molecular identification by PCR-RFLP and direct sequensing with the gene target of ITS1-5.8S-ITS2 and mtDNA cox2 showed that anisakis species were found is Anisakis typica. The presence of Anisakis larvae in marine fish is a common phenomenon, however vigilance of anisakis infection in parts of fish that can be eaten is still needed.

Kata Kunci : Anisakis, infeksi, Jawa Timur, prevalensi, Scomber australasicus

  1. S1-2018-365117-abstract.pdf  
  2. S1-2018-365117-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-365117-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-365117-title.pdf