Peran Kegiatan Pariwisata Terhadap Ekonomi Wilayah Di Kabupaten Pacitan Dan Kabupaten Gunungkidul
RISWANDHA RISANG AJI, Retno Widodo Dwi Pramono, S.T., M.Sc., Ph.D. Dr. Ir. Dwita Hadi Rahmi, M.A.
2018 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAPariwisata tidak pernah ditempatkan dalam satu sektor khusus untuk dihitung pendapatan dan kontribusinya terhadap ekonomi wilayah. Salah satu cara untuk mengukur kontribusi suatu sektor terhadap ekonomi wilayah adalah menggunakan input output. Penelitian ini menjelaskan cara kegiatan sebuah pariwisata berkontribusi terhadap ekonomi wilayah. Kegiatan pariwisata yang diambil sebagai kasus dalam penelitian ini adalah kegiatan pariwisata pantai di wilayah yang memiliki karakteristik sama. Penelitian merupakan komparasi studi kasus yang membandingkan peran kegiatan pariwisata pantai di kabupaten Pacitan dengan kabupaten Gunungkidul yang sama-sama memiliki karakteristik wilayah karst dan tergabung dalam geopark Gunung Sewu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif kuantitatif dengan menggunakan analisis Input Output yang terdiri dari analisis forward linkage dan backward linkage, analisis jalur, analisis korelasi, dan analisis skoring dengan skala Likert. Indikator ekonomi wilayah berupa PDRB dan data Input Output serta komponen pariwisata diturunkan menjadi variabel untuk melihat peran kegiatan pariwisata pantai terhadap ekonomi wilayah. Temuan penelitian ini adalah kontribusi pariwisata terhadap ekonomi wilayah di kedua kabupaten cukup besar, yakni 15,71 persen PDRB di kabupaten Pacitan dan 26,59 persen PDRB di kabupaten Gunungkidul. Sektor utama pembentuk sektor pariwisata adalah sektor Informasi dan Komunikasi yang meningkatkan ekonomi wilayah melalui forward linkage dan backward linkage. Peran kegiatan pariwisata pantai di kabupaten Pacitan dan kabupaten Gunungkidul adalah meningkatkan PDRB pariwisata di masing-masing kabupaten melalui pengeluaran wisatawan. Komponen pariwisata di kabupaten Pacitan lebih berkembang jika dibandingkan dengan kabupaten Gunungkidul.
Tourism is never placed in one particular sector to be measured it’s income and contribution toward regional economy. One of the ways to measured a sector’s contribution toward regional economy is by using input output analysis. This research explained how a tourism activities contribute toward regional economy. Tourism activities that taken as case study in this research was coastal tourism activities in two region that have same characteristic. This research was a comparative case study that compared the role of coastal tourism activities in Pacitan regency and Gunungkidul regency which both region have karst characteristic and both region are included in Gunung Sewu geopark. This research was using deductive quantitative approach that used input output analysis which consist of forward linkage analysis and backward linkage analysis, path analysis, correlation analysis, and scoring analysis with Likert scale. GDP as regional economy indicator, input output data, and tourism component were extracted as variables to see the role of coastal tourism activities toward regional economy. This research findings were tourism contribution toward regional economy in both region is fairly high, 15,71 percent of GDP in Pacitan regency and 26,59 percent of GDP in Gunungkidul regency. The main sector that formed tourism sector was information and communication sector that increased regional economy through forward linkage and backward linkage. The role of coastal tourism activities in Pacitan regency and Gunungkidul regency was increasing tourism GDP in both region through tourist expenditure. Tourism component in Pacitan regency was more developed than Gunungkidul regency, although tourism contibution in Pacitan regency is lower than Gunungkidul regency.
Kata Kunci : pariwisata, ekonomi wilayah, forward linkage, backward linkage, dan sektor Informasi dan Komunikasi