Analisis Pemilihan Pola Perjalanan, Jam Keberangkatan, dan Lokasi Tempat Tinggal Bagi Pengguna Kendaraan Roda Dua di Perkotaan Yogyakarta
DIAN AZMI, Dr. Eng. Muh. Zudhy Irawan, S.T., M.T.; Dr. Ir. Dewanti, M.S.
2018 | Tesis | Magister Sistem dan Teknik TransportasiPola perjalanan merupakan aspek penting yang diperlukan dalam merencanakan transportasi perkotaan dan manajemen permintaan perjalanan. Di kawasan perkotaan Yogyakarta, terjadinya kepadatan lalu lintas pada ruas-ruas jalan menuju pusat kegiatan ketika jam puncak pagi dan sore hari merupakan sebuah rutinitas, jika tidak ditangani secara tepat maka berpotensi menjadi semakin parah. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai kecenderungan pola perjalanan harian yang terbentuk di kawasan perkotaan Yogyakarta, menghitung elastisitas waktu dan biaya perjalanan, dan selanjutnya melihat bagaimana nilai waktu (value of travel time savings) yang dihasilkan. Survei kuesioner dilakukan terhadap 668 responden pengguna sepeda motor yang rutin melakukan perjalanan menuju pusat-pusat kegiatan kota. Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis data perjalanan responden yang mencakup kondisi sosio-demografi, karakteristik keluarga, serta karakteristik perjalanan dan perilaku bepergian. Sementara itu, nested logit model digunakan untuk menganalisis model pola perjalanan, jam keberangkatan dan lokasi tempat tinggal dengan mempertimbangkan delapan variabel independent. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tujuh tipe pola perjalanan harian yang terjadi di kawasan perkotaan Yogyakarta, yang kemudian dikategorikan ke dalam empat alternatif yaitu hwh, hwh+, hw+wh dan hwhwh, dengan hwh sebagai perjalanan home-work-home, adapun tanda positif (+) pada tipe lainnya menunjukkan perjalanan dengan perhentian tambahan untuk aktivitas lain. Kecenderungan pola perjalanan harian yang terjadi adalah pada pola hw+wh dengan persentase sebesar 37,12% dan pada pola hwh sebesar 32,19%. Nilai elastisitas waktu dan biaya perjalanan tertinggi cenderung dihasilkan pada alternatif pola hw+wh, lokasi tempat tinggal suburban, dan keberangkatan saat jam puncak (AM). Adapun berdasarkan nilai waktu, diketahui bahwa responden memiliki preferensi yang tinggi untuk mendapatkan pengurangan waktu tempuh perjalanan ketika memilih alternatif jam keberangkatan dibandingkan ketika memilih alternatif pada pola perjalanan dan lokasi tempat tinggal.
The travel pattern is an important aspect towards urban transport planning and travel demand management. In Yogyakarta urban area, there is severe traffic congestion in several links towards central business district in both morning and afternoon peak hours. This common situation will be getting worse if there is no any treatment to cope with this problem. This research aims to describe the daily travel pattern in Yogyakarta urban area, identify travel time and cost elasticity, furthermore to explore the value of travel time savings. Questionnaires survey was conducted among 668 respondents of motorcycle users who have daily activity travel to the central business district in Yogyakarta. Descriptive analysis is used to analyse the respondent characteristics such as socio-demographic, household characteristics, and travel behaviour. While nested logit (NL) is used to analyse the model of travel patterns, departure time, and household locations by considering eight independent variables. The findings of this research show that there is seven daily tour type in Yogyakarta in which grouped into four alternatives which are hwh, hwh+, hw+wh, and hwhwh, with hwh as a home-work-home trip, while a positive (+) sign on the other type indicates a trip with additional stops for other activities. Trend of daily travel pattern that happened is on hw+wh pattern with percentage equal to 37,12% and at hwh pattern equal to 32,19%. The highest value of travel time and cost elasticity are produced in hw+wh pattern alternative, household location in suburban, and departure time in morning peak hour. Also, the research founds that for the time value, it is known that respondents have a high preference to get a reduction in travel time when choosing alternative of departure time compared to when choosing alternatives on travel patterns and location of residence.
Kata Kunci : pola perjalanan, jam keberangkatan, nested logit, elastisitas, value of travel time savings