Pengaruh Regional Trade Agreements (RTA) dan Demokrasi terhadap Perdagangan Negara-negara di Kawasan Middle East and North Africa (MENA)
DUDDY ROESMARA DONNA, Prof. Tri Widodo, M.Ec.Dev., Ph.D.; Prof. Sri Adiningsih, M.Sc., Ph.D.
2018 | Disertasi | S3 Ilmu Ekonomi dan Studi PembangunanMENA (Middle East and North Africa) adalah sebuah kawasan dengan beberapa karakteristik, yaitu kinerja ekonominya tidak sesuai dengan potensinya, tidak mudahnya proses integrasi, dan juga proses demokratisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola perdagangan negara-negara di Kawasan MENA, menguji pengaruh RTA (Regional Trade Agreement) terhadap perdagangan negara-negara di Kawasan MENA, dan menguji pengaruh demokrasi terhadap perdagangan negara-negara di Kawasan MENA. Indeks RSCA (Revealed Symetric Comparative Advantage) dan IIT (Intra-Industry Trade) digunakan untuk menganalisis pola perdagangan, sedangkan Model Gravitasi digunakan untuk menguji pengaruh RTA dan demokrasi terhadap perdagangan. Negara-negara di Kawasan MENA dengan tenaga kerja melimpah cenderung mengalami peningkatan keunggulan komparatif, sedangkan negara-negara pengimpor tenaga kerja cenderung mengalami penurunan. Negara-negara di Kawasan MENA cenderung mempunyai kelompok barang yang keunggulan komparatifnya sama atau dengan kata lain eskpornya bersifat substitusi. Di sisi lain, tidak terjadi dinamika spesialisasi atau dengan kata lain keunggulan komparatifnya masih ditopang oleh komposisi barang yang sama. Secara umum, terjadi despesialisasi pada seluruh negara maupun klasifikasi produk. Perdagangan masih bertumpu pada spesialisasi produk dengan kecenderungan yang semakin berkurang atau dengan kata lain cenderung menuju diversifikasi. Pengaruh RTA terhadap perdagangan di Kawasan MENA bervariasi. AA (Agadir Agreement) berpengaruh tanpa melalui penciptaan perdagangan tetapi menciptakan impor dengan negara di luar blok. AMU (Arab Maghreb Union) berpengaruh melalui penciptaan perdagangan dalam blok serta menciptakan ekspor dan impor dengan negara-negara di luar blok. COMESA (Common Market for Eastern and Southern Africa) berpengaruh tanpa melalui penciptaan perdagangan dalam blok tetapi menciptakan impor dengan negara-negara di luar blok. GAFTA (Greater Arab Free Trade Area) berpengaruh melalui penciptaan perdagangan dalam blok dan pengalihan ekspor dan impor di luar ke dalam blok. GCC (Gulf Cooperation Council) tidak berpengaruh pada perdagangan dalam blok. Demokrasi berpengaruh positif terhadap perdagangan di Kawasan MENA dengan dominasi pengaruh pada demokrasi negara tujuan. Pengaruh tersebut bervariasi pada setiap model dengan rentang 3 � 4 persen. Studi ini mempunyai beberapa implikasi kebijakan, yaitu peningkatan keunggulan komparatif bagi negara pengimpor tenaga kerja; pembenahan efektifitas AA, COMESA, dan GCC; dan pembenahan demokrasi khususnya pada negara-negara kaya sumber � pengimpor tenaga kerja; dan Indonesia berpeluang untuk meningkatkan perdagangan dengan negara-negara di Kawasan MENA.
Middle East and North Africa (MENA) is an area with some characteristics, i.e. its economic performance is not in accordance with its potential, not easy to process toward integration, and toward democratization. This study aims to analyze trade patterns in the MENA countries, to examine the effect of RTAs (Regional Trade Agreements) on trade of countries in the MENA region, and to examine the effects of democracy on the trade of countries in MENA region. The RSCA (Revealed Symetric Comparative Advantage) and IIT (Intra-Industry Trade) indices are used to analyze patterns of trade as well, while the Gravity Model used to test the effects of RTAs and democracy on trade. Countries in MENA region with labor abundant tend to increase their comparative advantages and countries with labor importing tend to decrease. Countries in the MENA region tend to have a group of goods whose the same of comparative advantage, in other words the export is substitutional. On the other hand, there is no dynamics specialization, in other words comparative advantage is still supported by the same composition of goods. In general, there are despesialization on all countries as well as product classification. Trade still relies on product specialization with a diminishing trend or in other words tends to diversification. The effects of RTAs on trade in MENA regions are varies. AA (Agadir Agreement) affects without trade creation in the block, but creates imports with countries outside the block. The AMU (Arab Maghreb Union) affects through trade creation in the block and creates exports and imports with countries outside the block. COMESA (Common Market for Eastern and Southern Africa) affects without trade creation in the block but creates imports with countries outside the block. The GAFTA (Greater Arab Free Trade Region) affects through trade creation in the blocks and diverts export and imports from outside into the block. While the GCC (Gulf Cooperation Council) has no effect on trading in the block. Democracy has a positve effect on trade in MENA region with dominant influence on destination country democracy. The effect varies on each model by about 3 - 4 percent. This study has several policy implications, i.e. increasing comparative advantages for labor-importing countries; improving the effectiveness of AA, COMESA, and GCC; improving democracy especially in resource rich � labor importing countries; and Indonesia has the opportunity to increase trade with countries in MENA regions.
Kata Kunci : perdagangan, spesialisasi, diversifikasi, RTA, demokrasi, RSCA, IIT Model Gravitasi, dan MENA