RIVERSIDE HERBAL PARK DI DUSUN KARANG DEMPUL DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGI
REGINA FIRDA AMALIA, Dr. Eng. Ir. Ahmad Sarwadi, M. Eng.
2018 | Skripsi | S1 ARSITEKTURDi zaman yang modern ini, kelestarian sungai mulai menurun, apalagi di daerah perkotaan. Masyarakat mulai enggan merawat sungai, padahal sungai yang tidak terawat dapat menimbulkan kekumuhan lingkungan dan akan berdampak buruk bagi kesehatan. Dengan permasalahan tersebut, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memberikan edukasi mengenai pelestarian lingkungan melalui Riverside Herbal Park. Pembangunan Riverside Herbal Park ini meggunakan pendekatan Arsitektur Ekologi, yaitu menjadikan objek pembangunan ini sebagai komponen yang berupaya dalam pelestarian sungai, sekaligus sebagai penghidup ekosistem kawasan sungai, yang nantinya dapat saling memberikan keuntungan antara manusia dan lingkungannya dan sebaliknya. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat akan lingkungan terutama dalam melestarikan sungai di daerah pedesaan (makro), bagaimana menciptakan ruang publik tepian sungai agar dapat menarik masyarakat untuk mencintai lingkungan terutama kawasan sungai (messo) bagaimana mengolah lahan tepian sungai yang baik agar tidak mengganggu visual sungai dan tidak merugikan (mikro). Berdasarkan permasalahan tersebut, maka konsep yang diangkat adalah "openact" yang artinya "terbuka". Dimana Riverside Herbal Park ini menjadi titik fokus Dusun Karang Dempul yang produktif, lokal dan ekologis. Yaitu sebuah ruang publik yang mengenalkan tentang pentingnya melestarikan lingkungan terutama tepian sungai kepada masyarakat melalui penggunaan lahan yang produktif agar tidak terjadinya pencemaran akibat penyalahgunaan lahan tepian sungai.
In this modern era, the sustainability of the river begins to decline, especially in urban areas. The community is reluctant to take care of the river, even though the untreated river can cause environmental slums and will have a negative impact on health. With these problems, one of the efforts that can be done is to provide education about environmental conservation through Riverside Herbal Park. Riverside Herbal Park development uses the Ecological Architecture approach, which is to make this object of development as a component that seeks to conserve the river, as well as a living ecosystem of the river area, which can later provide mutual benefits between humans and their environment and vice versa. The problem raised is how to increase public awareness of the environment, especially in conserving rivers in rural areas (macro), how to create public riverside rivers in order to attract people to love the environment, especially the river area (messo), and how to cultivate good riverbanks so as not to interfere visual river and not harmful (micro). Based on these problems, the concept raised is "openact" which means "open". Riverside Herbal Park is the focal point of Dusun Karang Dempul, aimed to be productive, local, and ecological. That is a public space that introduces the importance of preserving the environment especially the banks of the river to the community through productive land use so as not to cause pollution due to misuse of riverbanks.
Kata Kunci : Riverside Herbal Park, Lahan Tepian Sungai, Produktif, Lokal, Ekologis, Openact