EVALUASI SARANA PRASARANA PENUNJANG KESIAPSIAGAAN SEKOLAH TERHADAP BENCANA GEMPA DI KOTA YOGYAKARTA
FAJAR KABISATYO T N, Ashar Saputra S.T., M.T., Ph.D.; Ir. Suprapto Siswosukarto Ph.D.
2018 | Tesis | MAGISTER TEKNIK SIPILGempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang sangat dahsyat dan datang secara tiba-tiba. Bencana ini dapat merusak dan menghancurkan bangunan dalam waktu yang sangat cepat. Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan catatan sejarah sering mengalami gempa, yakni gempa tektonik yang berkekuatan di atas 6 Slaka Richter (SR), bahkan ada yang mencapai lebih dari 7 SR, yang terjadi pada tahun 1867, 1943, 1981, 2001 dan yang terakhir terjadi pada hari Sabtu tanggal 27 Mei 2006. Di Kota Yogyakarta sendiri terdapat 27 gedung sekolah yang rusak akibat gempa 27 mei 2006. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sarana dan prasarana penunjang sekolah terhadap kesiapan bencana gempa bumi dan mengetahui tingkat kesiapan (awarenes) sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah skala likert yang diolah dengan menggunakan Ms.Excel dan SPSS, langkah awal dilakukan uji validitas dan realibilitas pada pertanyaan yang digunakan untuk kuisioner, pengambilan data dilakukan dengan kuesioner dan assesment langsung pada sekolah. Data kuesioner selanjutnya dilakukan analisis uji normalitas dan uji korelasi, sedangkan data assesment langsung dilakukan penyajian analitik deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukan kondisi fasilitas tingkat SMA lebih memadahi dengan kondisi 36% fasilitas tersedia, 16% fasilitas tersedia namun tidak sesuai dengan standar dan sisanya 48% fasilitas tidak tersedia pada tingkat SMA. Sedangkan untuk tingkat SMP dan SD menunjukan hasil yang hampir sama tetapi lebih rendah di bandingkan tingkat SMA, 28% dan 29 % fasilitas tersedia, 17% dan 17% fasilitas tersedia namun tidak sesuai standar, 55% dan 54% fasilitas tidak tersedia. Kondisi fasilitas tersebut tidak sesuai dengan kondisi ideal, pada tingkat SD dan SMP seharusnya fasilitas harus lebih memadahi di bandingkan dengan tingkat SMA, di karenakan tingkat kemampuan untuk bertindak dari segi fisik dan pola pikir dalam menghadapi bencana murid sekolah SD dan SMP lebih rendah di bandingkan murid tingkat SMA.
Earthquakes are one of the most devastating natural disasters and come suddenly, this disaster can destroy buildings in a short time. Central Java and the Special Region of Yogyakarta in historical records have often experienced earthquakes, recently tectonic earthquakes of magnitude above 6 Richter Scale (RS), and some even reach more than 7 RS, which occurred in 1867, 1943, 1981, 2001 and the last occurred on Saturday, May 27, 2006. In Yogyakarta city itself there are 27 school buildings damaged by the 27 May earthquake. This study aims to evaluate the facilities and infrastructure of schools supporting earthquake disaster preparedness and know the level of readiness (awarenes). This research use Likert scale and processed using Ms.Excel and SPSS, the first step is to test the validity and reliability of the questionnaire used for the questionnaire, the data is collected by questionnaire and direct assessment on the school. Data analysis use normality test and correlation test, while the direct assessment data conducted presentation descriptive analytics. The results of this study indicate that the condition of the SMA level facility is more adequate with 36% of facilities available, 16% of facilities are available but not in accordance with the standard and the remaining 48% of the facilities are not available at high school level. While for junior and primary schools the results are almost the same but lower than the high school level, 28% and 29% of the facilities are available, 17% and 17% facilities are available but not standard, 55% and 54% of facilities are not available. The condition of the facility is not in accordance with ideal conditions, at the elementary and junior levels facilities should be more comparable in comparison with the high school level, because the level of ability to act in terms of physical and mindset in the face of disaster elementary and junior high school students are lower than students high school level.
Kata Kunci : Gempa Bumi, Kesiapsiagaan Bencana, sekolah