Laporkan Masalah

PENDIDIKAN KESEHATAN MENGENAI GAKI TERHADAP WANITA USIA SUBUR (WUS) DI PEDESAAN DAERAH ENDEMIK GAKI

CATI MARTIYANA, Dr. dr. Emy Huriyati, M.Kes.; Dr. Retna Siwi Padmawati, MA

2018 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Latar Belakang: Gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI) masih terjadi di berbagai negara. Kebutuhan iodium pada ibu hamil meningkat menjadi 250 mcg/hari dari 150 mcg/hari untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Asupan iodium harian tersebut harus terpenuhi agar tidak menimbulkan dampak buruk diantaranya abortus, lahir mati, gangguan tumbuh kembang anak, lahir kretin. Wanita usia subur (WUS) merupakan sasaran potensial pendidikan kesehatan mengenai GAKI karena akan melahirkan generasi baru. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan, sikap dan keyakinan WUS mengenai GAKI, efektivitas media intervensi yang digunakan dan faktor pendukung, penghambat pelaksanaan pendidikan kesehatan. Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif quasi experiment pre-test and post-test control group design dengan dukungan data kualitatif. Kelompok intervensi diberi diskusi dengan leaflet sementara kelompok kontrol diberi ceramah dengan lembar balik. Sampel dipilih secara simple random sampling. Sebanyak 101 WUS sesuai dengan kriteria inklusi terbagi menjadi 2 kelompok, kelompok intervensi (n = 54 orang) dan kelompok kontrol (n = 47 orang). Data kuantitatif dianalisis dengan t test berpasangan, uji wilcoxon, t test tidak berpasangan dan mann whitney, sementara data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil: Terdapat perbedaan rerata skor pengetahuan, sikap dan keyakinan yang tidak bermakna setelah diskusi dengan leaflet dan ceramah dengan lembar balik, tetapi rerata peningkatan pada pre test-post test 2 lebih tinggi pada kelompok intervensi. Faktor pendukung pelaksanaan intervensi meliputi metode dan media yang dianggap menarik serta ada pelibatan aktif peserta, sementara faktor penghambat adalah tidak semua peserta aktif dalam proses intervensi dan dijumpai faktor lingkungan sekitar yang dapat mengganggu konsentrasi peserta. Leaflet dan lembar balik efektif sebagai media intervensi karena sesuai dengan karakteristik masyarakat dan penilaian positif responden. Kesimpulan: Diskusi dengan leaflet dan ceramah dengan lembar balik setara dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan keyakinan individu, tetapi rerata skor pengetahuan, sikap dan keyakinan pre test ke post test 2 lebih tinggi pada kelompok diskusi dengan leaflet. Lebih lanjut, kedua metode dapat menjadi metode pendidikan kesehatan mengenai GAKI di wilayah pedesaan endemik GAKI.

Background: Iodine deficiency disorders (IDD) still occur in many countries. The need of iodine in pregnant women increases to 250 mcg / day from 150 mcg / day for fetal growth and development. Daily intake of iodine must be met in order not to cause adverse effects to mother or fetus such as abortion, stillbirth, developmental disorders of children and cretin. Women of childbearing age are potential targets of health education about IDD because its will give birth to a new generation. Objective: To find out the effect of health education on knowledge, attitudes and beliefs about IDD, effectiveness of intervention media used, supporting and inhibiting factors of health education. Methods: Quantitative quasi experimental pre-test and post-test control group design supported of qualitative data. The experimental group was given a discussion with leaflets while control group was given a lecture with flipchart. Sample was chosen by simple random sampling. Total of 101 people corresponding to inclusion criteria were divided into two groups, experimental group (n = 54) and control group (n = 47). Quantitative data were analyzed by paired t test, wilcoxon test, unpaired t test and mann whitney, while the qualitative data were analyzed thematically. Results: There was an insignificant difference mean score of knowledge, attitudes and beliefs after discussion with leaflets and lectures with flipchart, but the mean increases of pre to post test 2 was higher in intervention group. Supporting factors for implementing the intervention include methods and media were considered attractive, and there was an active involvement of participants while the obstacle factor were not all participants active in the intervention process and found environmental factors that could disrupt the concentration of participants. Leaflets and flipcharts are effective as media intervention because suitable with community characteristics and respondents positive valuation. Conclusion: Discussions with leaflets and lectures with flipchart are equivalent in enhancing individual knowledge, attitudes and beliefs, but the mean score of knowledge, attitudes and beliefs of pre test to post test 2 is higher in discussion groups with leaflets. Furthermore, both methods can be a method of health education regarding IDD in rural endemic of IDD.

Kata Kunci : ceramah, diskusi, GAKI, iodium, pendidikan kesehatan, WUS, lecture, discussion, IDD, iodine, health education, childbearing age

  1. S2-2018-403205-abstract.pdf  
  2. S2-2018-403205-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-403205-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-403205-title.pdf