Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA PROGRAM KESEHATAN REMAJA DI SMA/SMK/MA DENGAN KEJADIAN PERNIKAHAN DINI DI KABUPATEN BANTUL

ELMA YOPIANA, Mumtihana Muchlis, SST., M.Kes.; dr. IBG Surya Putra Pidada, Sp.F

2018 | Tugas Akhir | D4 BIDAN PENDIDIK SV

Pernikahan dini adalah pernikahan pada remaja yaitu usia < 20 tahun yang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menekan angka pernikahan dini adalah melalui kerja sama sekolah dengan meningkatkan program mengenai kesehatan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara program kesehatan remaja di Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliah (SMA/SMK/MA) dengan kejadian pernikahan dini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan waktu secara Cross Sectional. Jumlah responden adalah 32 SMA/SMK/MA Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Cara pengumpulan data menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan uji statistic berupa uji chi-square. Hasil penelitian ini didapatkan program kesehatan remaja di SMA/SMK/MA di Kabupaten Bantul sudah terlaksana pada sebagian besar sekolah, yaitu 26 sekolah (81,2%), masih terdapat kejadian kejadian pernikahan dini di SMA/SMK/MA yaitu 7 sekolah (21,9%). Hasil uji statistik menggunakan uji chi-square dengan hasil p value adalah 0,732 sehingga menunjukkan bahwa secara statistik belum menunjukkan hubungan antara program kesehatan remaja di SMA/SMK/MA dengan kejadian pernikahan dini di Kabupaten Bantul. Hal ini dikarenakan kurangnya frekuensi dan metode pelaksanaan program sehingga perlu ditingkatkan. Kata Kunci: Program Kesehatan Remaja, Pernikahan Dini

Early marriage was when a teenager get married under 20 years old. Moreover, early marriage of teenagers could give negative impacts. One of efforts to reduce the number of early marriage was by the health program for teenagers in school. This research aimed to find the relation between the youth health program in school (SMA/SMK/MA) and the problem of early marriage. This research used quantitative method by using Cross Sectional approach. Besides, data were compiled by questionnaires and the respondents are 32 of SMA/SMK/MA in Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta. This research also utilized statistical test that were specifically in chi-square test. The result of research showed that 26 respondents of school (81.2%) have applied the youth health program in school. Meanwhile, the data of early marriage in SMA/SMK/ MA in Bantul regency were 7 respondents (21.9%). The result was 0,732 in statistical test that used chi-square test by p-value. In statically, youth health program in SMA/ SMK/MA did not affect the number of early marriage problems in Bantul regency because frequency and method of the program were weak. Therefore, the youth health program should be enhanced. Keywords: Youth Health Program, Early Marriage

Kata Kunci : Program Kesehatan Remaja, Pernikahan Dini / Youth Health Program, Early Marriage

  1. D4-2018-370148-abstract.pdf  
  2. D4-2018-370148-bibliography.pdf  
  3. D4-2018-370148-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2018-370148-title.pdf