STRATEGI PENGHIDUPAN RUMAH TANGGA SEKITAR KAWASAN HUTAN LINDUNG DUSUN KALIBIRU DESA HARGOWILIS KECAMATAN KOKAP KABUPATEN KULON PROGO DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
TEGUH SANTOSA, Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc.
2018 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAMasyarakat di sekitar kawasan hutan sering dianggap sebagai masyarakat yang miskin dan terpinggirkan yang disebabkan oleh tidak adanya akses untuk memanfaatkan kawasan hutan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan. Ketika kebijakan untuk mengakses kawasan hutan dibuka dengan model Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM), kondisi ekonomi masyarakat tidak serta merta meningkat. Penelitian ini berfokus pada strategi penghidupan rumah tangga anggota Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan (KT HKm) Mandiri Dusun Kalibiru sebelum dan sesudah dilakukan pengembangan pariwisata pada kawasan hutan lindung yang telah berjalan sejak tahun 2010. Pendekatan kualititatif yang berasal dari kuesioner digunakan untuk memberikan gambaran perubahan aset penghidupan dan strategi penghidupan masyarakat. Sedangkan wawancara semi terstruktur terhadap masyarakat, pemerintah, dan stakeholder digunakan untuk membandingkan data yang diperoleh dari kuesioner. Data sekunder diperoleh dari dokumen resmi yang dipublikasikan oleh Pemerintah. Data yang diperoleh kemudian dilakukan trianggulasi dan dianalisis untuk menjawab pertanyaan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pemberian izin kepada masyarakat untuk memanfaatkan kawasan hutan lindung untuk pengembangan pariwisata berbasis alam memberikan peningkatan pada semua aset penghidupan. Hal ini sangat menarik karena peningkatan semua aset penghidupan ini memiliki makna bahwa pengembangan pariwisata berbasis alam di kawasan hutan lindung Kalibiru mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan pariwisata, kelestarian hutan, dan strategi penghidupan. Strategi penghidupan pada tahun 2010 terdiri dari dua jenis, yaitu intensifikasi pertanian dan diversifikasi, sedangkan pada tahun 2017 terjadi penambahan strategi penghidupan, yaitu: intensifikasi, diversifikasi, konsolidasi, akumulasi, migrasi, dan kompensasi untuk proteksi. Penelitian ini merekomendasikan keterlibatan semua pemangku kepentingan dalam pemanfaatan kawasan hutan dan jasa lingkungan lainnya dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kehutanan, yaitu: hutan yang lestari dan masyarakat sejahtera. Dengan demikian, aspek keberlanjutan (sustainability) menjadi prioritas utama dalam pemanfaatan kawasan hutan dan strategi penghidupan masyarakat. Kata kunci: Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat, aset penghidupan, strategi penghidupan, keberlanjutan
Communities around the forest area are often regarded as poor and marginalized communities due to lack of access to use forest areas in order to improve welfare. When the policy to access the forest area was opened with the Forest Management with Community (PHBM) model, the economic condition of the community did not necessarily increase. This study focuses on the livelihood strategies of household members of the Community Forestry Farmers Group (KT HKm) Mandiri Kalibiru Hamlet before and after tourism development in protected forest areas that have been running since 2010. The qualitative approach derived from the questionnaire is used to provide an overview of changes in livelihood assets and community livelihood strategies. While semi-structured interviews with the community, government and stakeholders are used to compare data obtained from the questionnaire. Secondary data is obtained from official documents published by the Government. The data obtained is then triangulated and analyzed to answer research questions. The results showed that the policy of granting permits to the community to utilize protected forest areas for the development of nature-based tourism provided an increase in all livelihood assets. This is very interesting because the increase in all these livelihood assets means that the development of nature-based tourism in the protected forest area of Kalibiru is able to maintain a balance between the interests of tourism, forest sustainability and livelihood strategies. Livelihood strategies in 2010 consisted of two types, namely agricultural intensification and diversification, while in 2017 there were additional livelihood strategies, namely: intensification, diversification, consolidation, accumulation, migration, and compensation for protection. This study recommends the involvement of all stakeholders in the utilization of forest areas and other environmental services in order to achieve the objectives of forestry development, namely: sustainable forests and prosperous communities. Thus, aspects of sustainability are the main priority in the utilization of forest areas and community livelihood strategies. Keywords: Collaborative Forest Management, livelihood assets, livelihood strategies, sustainability
Kata Kunci : Kata kunci: Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat, aset penghidupan, strategi penghidupan, keberlanjutan