TEMAN SEBAYA DAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA SISWA SMA DI KOTA WAINGAPU
DWI MAYASARI RIWU, Prof. Dr. Djaswadi Dasuki, SpOG(K), Ph.D.; Prof. Dr. Djauhar Ismail, SpA(K), MPH, Ph.D.
2018 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang: Pertumbuhan dan perkembangan fisik yang sangat pesat pada masa remaja tanpa diimbangi dengan kematangan psikologi dan kematangan kognitif menjadikan masa remaja sebagai masa yang sangat rawan bagi remaja untuk mengalami banyak permasalahan. Fenomena yang terjadi di masyarakat saat ini menunjukkan bahwa perilaku seksual remaja dan seks pra nikah pada remaja terus meningkat dari tahun ke tahun. Akibatnya, terjadi peningkatan masalah kesehatan remaja yang disebabkan oleh perilaku seksual pranikah berisiko seperti kehamilan tidak diinginkan, hubungan seksual bebas, penularan penyakit infeksi menular seksual dan aborsi. Stuktur keluarga dan komunikasi dalam keluarga saja tidak cukup kuat untuk menyebabkan perilaku seksual pranikah pada remaja, sehingga perlu digali tentang pola asuh orang tua dan peran teman sebaya. Tujuan: Menganalisis pengaruh teman sebaya dan pola asuh orang tua terhadap perilaku seksual pranikah remaja SMA di kota Waingapu. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan rancangan cross-sectional study. Penelitian dilakukan pada 101 orang siswa-siswi pada SMA negeri dan SMA swasta di Waingapu. Analisis hasil penelitian secara bivariabel menggunakan chi square dan analisis multivariabel menggunakan regresi logistik. Hasil : Analisis bivariabel menunjukkan teman sebaya dan efikasi diri memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku seksual pranikah. Sedangkan pola asuh orang tua, media massa dan pekerjaan ibu tidak berpengaruh terhadap perilaku seksual pranikah. Analisis multivariabel dengan menggunakan regresi logistik menunjukkan teman sebaya sebagai faktor yang paling berpengaruh dalam perilaku seksual pranikah pada remaja dengan OR 3,56 (95% CI= 1,498,45) Kesimpulan : Remaja yang memiliki pengaruh teman sebaya yang tinggi, berpeluang untuk melakukan perilaku seksual pranikah yang berisiko. Perlu meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi dan peran konselor sebaya guna mencegah perilaku sekual pranikah pada remaja di kota Waingapu.
Background: Rapid physical growth and development during adolescence without psychological and cognitive maturity caused adolescence as a risky phase for adolescents due to many problems aroused. Today social phenomena indicated that adolescent sexual and premarital sexual behaviors continuously increased year to year. As the consequence, adolescent health problems as unwanted pregnancy, free sexual intercourse, transmission of STDs, and abortion due to risky premarital sexual behaviors had increased. Family structure and communication within family were not the only factors causing premarital sexual behaviors on adolescents, so that other factors as the role of peers and parenting were required to be analyzed. Objectives: To analyze the influences of peers and parenting on premarital sexual behaviors of senior high adolescents in Waingapu. Methods: This research was quantitative research using the cross-sectional study design. It was conducted to 101 students of public and private senior high schools in Waingapu. Bivariable analysis was done by performing the chi-square test; while the multivariable analysis was conducted by using the logistic regression test. Findings: The results of bivariable analysis proved that peers and self-efficacy gave a significant influence on premarital sexual behaviors. Furthermore, parenting, mass media, and mothers occupations did not influence the behaviors. The multivariable analysis done by using the logistic regression test revealed that peers were the factor mostly influencing premarital sexual behaviors of adolescents with OR of 3.56 (95% CI = 1.49-8.45). Conclusion: Adolescents in Waingapu with high peer supports were potential for performing risky premarital sexual behaviors. Knowledge of reproduction health and roles of peer educators to prevent premarital sexual behaviors of adolescents in Waingapu should be improved.
Kata Kunci : Perilaku seksual pranikah, pola asuh, teman sebaya, premarital sexual behaviors, parenting, peers