Peningkatan Walkability sebagai Upaya Pengembangan Wisata di Kawasan Kota Lama Semarang
MIA AMELIA SURYANI, Ir. Ikaputra, M.Eng, P.hD
2018 | Tesis | MAGISTER ARSITEKTURSejak di revitalisasi oleh Pemerintah Kota Semarang, Kota Lama Semarang yang dulu ditinggalkan mulai menarik pengunjung dan menjadi tujuan wisata. Meski begitu, pengembangan Kawasan Kota Lama saat ini masih terpusat pada Jalan Letjen Soperapto. Hal ini menyebabkan pusat keramaian hanya berada pada koridor jalan tersebut. Padahal potensi wisata Kawasan Kota Lama berupa atraksi bangunan lama tersebar di seluruh kawasan, namun kondisinya sebagian besar belum difungsikan. Wisatawan yang datang ke Kota Lama bertujuan untuk berjalan-jalan dan menikmati keindahan bangunan lama. Tujuan wisatawan tersebut belum didukung dengan ketersediaan fasilitas bagi pejalan kaki yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan walkability Kawasan Kota Lama sebagai upaya perkembangan kawasan wisata. Metode penelitian dilakukan dengan observasi dan kuisioner (skoring). Hasil penelitian menunjukkan skoring walkability pada 12 segmen yang dikelompokkan dalam 5 kategori (sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi).
Since being revitalized by the Semarang City Government, Semarang Old Town which was abandoned began to attract visitors and become a tourist destination. Even so, the development of the Old Town District is currently still focused on Letjen Soperapto Street. This caused the center of the crowd is only in that corridor. Whereas the tourism potential of the Old Town District is in the form of old building attractions scattered throughout the region, but the conditions are mostly not yet functioning. Tourists who come to Old Town aim to take a walk and enjoy the beauty of old buildings. The tourist destination has not been supported by the availability of pedestrian facilities. This study aims to improve the walkability of Old Town District as an effort to develop tourist areas. The research method is done by observation and questionnaire (scoring). The results showed walkability scoring in 12 segments grouped into 5 categories (very low, low, medium, high, and very high).
Kata Kunci : Kota Lama, Wisata, Walkability