Laporkan Masalah

Konstruksi Pengetahuan Ketokohan Semar Dalam Perspektif Al-Hikmah Al-Muta'aliyah

MOHAMMAD EKA Y, Dr. Arqom Kuswanjono

2018 | Tesis | MAGISTER FILSAFAT

Tesis ini berjudul "Konstruksi Pengetahuan Ketokohan Semar Dalam Perspektif Mazhab Al-Hikmah Al-Muta'aliyah". Ketokohan Semar merupakan simbol yang muncul dari kebudayaan Jawa. Ketokohan Semar mengandung banyak nilai-nilai dan pengetahuan yang tersirat di dalamnya. Ketokohan Semar bukan hanya saja sebagai simbol semata, tetapi simbol tersebut pasti disusun berdasarkan pengetahuan. Ketokohan Semar memiliki konstruksi pengetahuan sebagai bangunannya yang merupakan landasan dasar bagi nilai-nilai yang terkandung di dalam ketokohan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami struktur-struktur pengetahuan yang menjadi landasan konstruksi pengetahuan pada ketokohan Semar ditinjau dari perspektif mazhab al-Hikmah al-Muta'aliyah. Penelitian ini menggunakan perspektif mazhab al-Hikmah al-Muta'aliyah yang dikembangkan oleh Mulla Shadra untuk mencapai pemahaman mengenai konstruksi pengetahuan di dalam ketokohan Semar. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang menggunakan naskah-naskah dan buku-buku sebagai sumber data bagi ketokohan Semar dan struktur pengetahuan dari pemikiran Mulla Shadra. Penggalian struktur-struktur pengetahuan yang menjadi prinsip dasar pada mazhab al-Hikmah al-Muta'alaiyah kemudian digunakan untuk menganalisis data-data ketokohan Semar. Ketokohan Semar tidak lepas dari tiga sumber yang menjadi data-data bagi karakternya, yaitu naskah-naskah, pewayangan, dan mitos yang saling berhubungan satu dengan lainnya. Perspektif mazhab al-Hikmah al-Muta'aliyah yang berlandaskan pada eksistensialisme serta pengetahuan tentang hubungan antara materi dan non-materi memandang ketokohan Semar merupakan simbol yang dibangun berlandaskan tiga struktur pengetahuan yang fundamental, yaitu Manusia Tuhan, Ketuhanan sebagai landasan dan tujuan, dan Pembimbing yang berlandaskan pada ketuhanan serta tujuan. Struktur manusia Tuhan menjadi syarat mutlak yang melandasi pertemuan bagi struktur ketuhanan dan struktur pembimbing tersebut. Pada pandangan kosmologi, ketokohan Semar adalah simbol bagi sosok gaib atau manusia gaib (rijāl al-ghayb) yang mempengaruhi gerak kehidupan alamnya dan menjaganya. Sedangkan di dalam pandangan ontologi merupakan simbol bagi manusia sempurna (insan kamil) yang jiwanya mengalami gerak substansial mencapai ruh yang paling dekat dengan Tuhan. Tindakan pada dirinya berlandaskan pada pengetahuan ketuhanan, sekaligus sebagai tujuan dalam proses yang terus-menerus menuju kesempurnaannya. Pada akhirnya, struktur-struktur penyusun konstruksi pengetahuan ketokohan Semar, merupakan dasar bagi nila-nilai pada pewayangan, yaitu sebagai media yang menjalankan fungsi pembimbingan menuju nilai-nilai kehidupan yang mengarahkan pada peningkatan intelektualitas dan spiritualitas dengan ketuhanan sebagai landasan dan tujuannya.

The Title of this thesis is "Knowledge Construction of Semar's Character in The Perspective of Al-Hikmah Al-Muta'aliyah". Semar's character is a symbol that emerges from Javanese culture. Semar's personality contains many of the values and knowledge implied in it. Semar's character is not just a symbol, but the symbol itself based on knowledge. Semar's personality has the construction of knowledge as a building that is the basic foundation for values contained in it. This research aims to understand the fundamental knowledge structures as the basis of the construction of knowledge on the Semar's character reviewed from the perspective of the school of al-Hikmah al-Muta'aliyah.   This research uses the perspective of the school of al-Hikmah al-Muta'aliyah which was developed by Mulla Sadra to achieve an understanding of the construction of knowledge in the Semar's character. This research is a library research that uses manuscripts and books as data sources for Semar's figures and the structure of knowledge from Mulla Sadra's thoughts. The extraction of knowledge structures that became the basic principle of al-Hikmah al-Muta'aliyah was then used to analyze the data of Semar's character. The construction of knowledge of Semar's character cannot be separated from three sources those become data for the character, namely manuscripts, wayang, and myths that are interconnected one to another. The perspective of the al-Hikmah al-Muta'aliyah which based on the existence and the relationship between matter and non-matter, views Semar's character as a symbol which built on three fundamental structures of knowledge, namely Man of God, the Deity as the foundation and the purposes , and the Advisor (Guider, Leader and Preceptor). Man of God structure is an absolute condition that underlies the connnection of the divine structure and advisor structure. In view of the cosmology, the figure of Semar is symbol of the hidden Imam (rijāl al-ghayb) who influences the motion of natural life (universe) and to maintains it. While in the view of ontology, it is a symbol of a perfect human (insan kamil) whose soul moves substantially to reach the spirit where closest to the God. His actions are based on divine knowledge as well as continuing to process in achieving divinity as the goal of perfection. Finally, those structures that become the basis for the construction of knowledge of Semar's character, as well as become the basis for values in wayang, namely as a medium that carries out a mentoring (leading, teaching and guiding) function towards the values of life that leads to increase the intellectuality and spirituality with the divinity as its foundation and as the purpose.

Kata Kunci : Semar, Konstruksi Pengetahuan, Peradaban Jawa, Mulla Shadra, Eksistensialisme

  1. S2-2018-402643-abstract.pdf  
  2. S2-2018-402643-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-402643-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-402643-title.pdf