PERENCANAAN ANGKUTAN WISATA SEBAGAI PENGHUBUNG AKOMODASI DAN DESTINASI WISATA KOTA YOGYAKARTA
NURL AINI RISMARINI, Prof. Dr. Ing. Ir. Achmad Munawar, M.Sc
2018 | Skripsi | S1 TEKNIK SIPILKota Yogyakarta memiliki banyak potensi wisata yang dapat menimbulkan tarikan yang besar untuk mendatangkan wisatawan salah satunya kawasan Malioboro - Kraton. Kemacetan dan defisiensi keselamatan wisatawan pada kawasan Malioboro – Kraton telah menjadi pekerjaan rumah pemerintah Kota Yogyakarta. Penurunan tingkat penggunaan kendaraan pribadi sebagai bentuk upaya penyelesaian masalah tersebut dilakukan dengan menyediakan angkutan wisata yang beroperasi dari lokasi akomodasi menuju ke destinasi wisata di Kota Yogyakarta. Penelitian dilakukan pada kawasan yang memiliki banyak hotel berbintang. Pemilihan kawasan didasarkan pada analisis jumlah hotel dan jumlah kamar hotel berbintang. Perencanaan meliputi trayek operasi, sistem operasional, dan jumlah kendaraan yang dibutuhkan. Perencanaan didasarkan pada hasil survei wawancara dan standar teknis untuk angkutan yang berlaku. Penyusunan trayek dilakukan menggunakan aplikasi Google Maps kemudian dianalisis trayek terbaik berdasarkan persyaratan yang telah ditetapkan. Berdasarkan perancangan yang telah dilakukan diperoleh 3 trayek angkutan wisata untuk masing-masing kawasan tinjauan. Angkutan wisata direncanakan beroperasi selama 12 jam sejak pukul 8 pagi sampai pukul 8 malam. Waktu antara yang direncanakan sebesr 30 menit. Kendaraan yang digunkan untuk angkutan wisata berupa minibus dengan kapasitas 20 kursi. Jumlah kendaraan yang harus dipersiapkan sebanyak 3 buah untuk masing-masing trayek kawasan utara dan 2 buah kendaraan untuk kawasan Timur.
The city of Yogyakarta has many tourism potentials that brings a great attraction for tourists, one of them is Malioboro – Kraton area. Traffic congestion and tourists safety deficiency in Malioboro - Kraton area has become a substantial tourism problem for the Yogyakarta City government. Decreasing the use of private vehicles to overcome the problem is done by providing tourist transportation that operates from the locations of accommodation to tourist destinations in the city of Yogyakarta. This study was conducted in high rating hotel areas. The area selection is based on the number of high-starred hotels analysis in the area. The planning of operating routes, operational systems, and the number of vehicles required are based on survei results and technical standards regulated for transportation. The route then formed using the Google Maps application then analyzed to determine the best route based on the predefined requirements. From the planning process, obtained 3 tourist transportation route for each survei area. The tourist transport is planned to operate for 12 hours from 8 am to 8 pm with 30 minutes interval. The vehicle type used for the tourist transport is minibus with a capacity of 20 seats. 3 minibusses are assigned on each northern route and 2 minibusses for each eastern route.
Kata Kunci : Angkutan wisata, Sistem operasional, Trayek