Laporkan Masalah

JAMA'AH DAN MANQUL SEBAGAI LANDASAN PERMUKIMAN MUSLIM LDII

CUT KHUSNUL KHOTIMAH, Prof. Ir. Sudaryono, M.Eng., Ph.D ; M. Sani Roychansyah, S.T., D.Eng.

2018 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Berbagai aliran Islam di Indonesia muncul tidak lepas dari adanya kebebasan berpendapat di Indonesia. Lembaga Dakwah Islam Indonesia atau dapat disingkat LDII merupakan salah satu organisasi masyarakat berbasis Islam di Indonesia. Perkembangan pemikiran dalam corak pergerakan dan cara pandang keagamaan mempengaruhi kehidupan sosial, budaya, dan penataan ruang suatu permukiman. Permukiman Muslim LDII Kecamatan Pronto*, Kabupaten Ketaruma* merupakan desa pertama yang menganut ajaran LDII di Jawa Tengah. Keunikan permukiman ini terletak pada kenyataan bahwa semua penduduknya merupakan anggota LDII dan beberapa fasilitas publik di dalam permukiman diperoleh dari hasil pembangunan secara swadaya. Pranata sosial khusus dalam permukiman LDII menjadi menarik diteliti karena mempengaruhi penataan ruang yang ada dalam permukiman. Penelitian ini menggunakan pendekatan induktif dengan metode penelitian kualitatif fenomenologi. Penekanan diberikan pada aktivitas masyarakat dan hasil observasi termasuk di dalamnya pemanfaatan lahan oleh masyarakat. Dengan demikian, tujuan untuk menemukan konsep permukiman Muslim LDII dapat tercapai. Pembahasan diakhiri dengan hasil teoritisasi konsep permukiman muslim LDII. Unit informasi dan tema-tema empirik menunjukan bahwa seluruh tatanan kehidupan sosial dan keruangan dilandasi dengan semangat "jama'ah" dan "mangkul". Jama'ah merupakan konsep ikatan horizontal sedangkan mangkul merupakan konsep ikatan vertikal yang menyebabkan kegiatan sosial-ekonomi, kegiatan keislaman dan juga cara penataan ruang di permukiman muslim LDII berbeda. Dari tema-tema yang dijabarkan dapat diketahui bahwa penelitian ini akan berkontribusi dari segi sejarah keislaman, menambah pemahaman keislaman aliran islam tertentu dan memperkaya ilmu penataan ruang terutama terkait permukiman. * nama lokasi penelitian disamarkan

There are so many Islamic organization existed in Indonesia. One of them is Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) which is existed since 1941. LDII Muslim Settlement Pronto subdistrict*, Ketaruma Regency* is the first village, in Java which implements the ideas of LDII. This neighborhood is unique because all the residents belongs to the members of LDII and through their strong will, they built their own public facility (without help from other institution). Although they are existed in the middle of the Muhammadiyah community, they can stay and share facilities together harmoniously. The distinctive social consensus in that settlement is interesting to be investigated because it influences the spatial form that exists there. These are the uniqueness that make this research is important to be conducted. This research was conducted by using phenomenological research method. Thereby, the purpose of the research is to find out the concept of LDII Muslim Settlement. This research found that the concept of "jama'ah" and "mangkul" are the foundation of LDII settlements. The "jama'ah" concept appear in the form of spatial arrangements horizontally, and the "mangkul" concept appear on the social, economic and the spatial hierarchy. The 'Jama'ah" concept explained how they connect the LDII settlements around the different location, so they can share the facilities they build with other LDII settlements. Meanwhile, they believed that what they done in social, economic and spatial arrangements based on "Mangkul" concept because the knowledge was trusted. These research contribute much not only to the spatial concept of settlements, but also to enrich knowledge of Islamic studies particularly on the diversity of the Islamic movements. *The name of the location was concealed

Kata Kunci : "Jama'ah", LDII, "Manqul", Permukiman Muslim, Konsep Permukiman

  1. S2-2018-407679-abstract.pdf  
  2. S2-2018-407679-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-407679-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-407679-title.pdf