Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA KENAIKAN BERAT BADAN SELAMA KEHAMILAN DENGAN BERAT BAYI LAHIR

VICKY ADMIRAL A, dr. Shinta Prawitasari, M.Kes. Sp.OG(K) , dr. H. Risanto Siswosudarmo, Sp.OG(K)

2018 | Tesis-Spesialis | OBSTETRI DAN GINEKOLOGI

Tujuan. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan hubungan antara kenaikan berat badan selama kehamilan dengan berat bayi lahir dan juga nilai cut off point kenaikan berat badan selama kehamilan (KBBSK) dan hubungannya dengan berat bayi lahir rendah (BBLR) Metode. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang dilakukan di RS Sardjito dan 7 rumah sakit afiliasi di provinsi Jawa Tengah dan DIY. Sembilan ratus empat puluh empat wanita hamil yang memenuhi kriteria penelitian dilibatkan dalam penelitian ini. Regresi sederhana, chi square test dan kurva receiver operating characteristic (ROC) digunakan untuk analisis statistic. Hasil. Mean dan SD dari kenaikan berat badan selama kehamilan dan berat bayi lahir (BBL) adalah 11,35 ± 4,51 kg dan 3048,01 ± 390,60 gram. Hubungan antara KBBSK dengan BBL ditunjukan oleh persamaan berikut Y = 2693,65 + 31,20 X. Angka kejadian BBLR adalah 5,8% dan nilai cut off point KBBSK adalah 8kg. risiko terjadinya BBLR 16,56 kali lebih besar jika KBBSK <8kg. KBBSK 8kg memiliki risiko terjadi BBLR sebesar 1,15%. Sensitifitas dan spesifisitas dari uji ini masing-masing adalah 85,45% dan 77,50%. Nilai positif palsu dan negative palsu masing-masing 80,97% dan 1,15%. Kesimpulan: Hubungan antara kenaikan berat badan selama kehamilan dengan berat bayi lahir relatif rendah. Cut off point untuk mencegah kejadian BBLR adalah 8 kg. Risiko terjadinya BBLR 16,56 kali lebih besar jika KBBSK <8kg. Kata kunci: Kenaikan berat badan selama kehamilan, berat bayi lahir, bayi berat lahir rendah

Objective. The study was conducted to find out the corelation between pregnancy weight gain and infant birth weight and to determine cut off point of pregnancy weight gain in its association with the low birth weight infants. Method. This is a cross sectional study conducted at Sardjito and 7 affiliated hospitals in the Province of Central Java. A total of 944 pregnant women meeting the eligibility criteria were recruited. Simple regression, chi square test and ROC curve were was used for statistical analysis. Results. Mean and SD of PWG and IBW were 11.35 ± 4.51 kg and 3048.01 ± 390.60 grams respectively. The association between PWG and IBW was Y = 2693.65 + 31.20 X. The rate of LBW infant was 5.8%, with the cut off point for PWG was 8 kg. The risk of getting LBW infant was 16.56 times higher if PWG was <8kg. PWG 8 kg gave the probability of getting LBW infants 1.15%. The sensitivity and specificity of the test were 85.45% and 77.50% respectively. The false positive and the false negative were 80.97% and 1.15% respectively. Conclusion: The correlation between PWG and IBW was relatively low. The cut off point to avoid LBW infant was 8kg. The risk of getting LBW infant was 16.56 times higher if PWG was <8kg. Keywords: Pregnancy weight gain, infant birth weight, low birth weight infants.

Kata Kunci : Kenaikan berat badan selama kehamilan, berat bayi lahir, bayi berat lahir rendah / Pregnancy weight gain, infant birth weight, low birth weight infants.

  1. S2-2018-373908-abstract.pdf  
  2. S2-2018-373908-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-373908-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-373908-title.pdf