Laporkan Masalah

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMILIK JAMINAN HAK ATAS TANAH TERHADAP OBJEK JAMINAN KREDIT DENGAN ADANYA PEMALSUAN TANDA TANGAN DALAM SKMHT OLEH NOTARIS-PPAT DALAM PUTUSAN PENGADILAN NEGERI SLEMAN (Studi Kasus Perkara Nomor 184 / Pid.B / 2017 / PN Smn)

DIES NATA ANDIKA P.P, Ninik Darmini, S.H., M.Hum

2018 | Tesis | MAGISTER KENOTARIATAN

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui dan menganalisis pertimbangan Hakim atas sanksi hukum yang dijatuhkan kepada Notaris yang telah memalsukan tanda tangan SKMHT dan 2) mengetahui dan menganalisis perlindungan hukum bagi pemilik hak atas tanah terhadap yang dijadikan objek jaminan kredit di bank dengan adanya pemalsuan tanda tangan dalam SKMHT. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis yang mengarah penelitian hukum normatif. Penelitian ini bersifat deskriptif karena tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah peneliti ingin menggambarkan kondisi riil di lapangan secara faktual. pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu studi pustaka dan studi lapangan. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif. Hasil dari penelitian 1) Alasan Hakim memutuskan sanksi hukum yang dijatuhkan kepada Notaris yang telah memalsukan tanda tangan SKMHT di putus lebih ringan karena pertama kerugian yang diakibatkan dari pemalsuan tanda tangan dalam SKMHT tidak mendatangkan kerugian materill namun hanya kerugian immaterill. Kedua atas tindakan pemalsuan tanda tangan dalam SKMHT tidak mendatangkan keuntungan secara pribadi bagi terdakwa. 2) Akta Notaris berupa SKMHT Nomor 84 tanggal 26 Maret 2010 tidak memenuhi unsur obyektif dalam perjanjian sehingga SKMHT Nomor 84 tanggal 26 Maret 2010 menjadi batal demi hukum.

This study aims to 1) to know and analyze the judge's consideration of the legal sanctions imposed on Notary who have falsified the SKMHT signature and 2) to know and analyze the legal protection for the land rights owner against the object of credit guarantee in the bank by the existence of signature forgery in SKMHT. This study is a descriptive analysis that leads to normative legal research. This research is described because the purpose of this research is the researcher wanted to describe a real condition in the field factually. Data collection is done in two ways: literature study and field study. The data analysis used in this study is a qualitative analysis. The result of the research 1) The reason for the judge to decide the legal sanction imposed on the notary who has forged the SKMHT signature on the break is lighter because the first loss resulting from the falsification of the signature in SKMHT does not bring material loss but only the immaterill loss. The second for the act of signing fraud in SKMHT does not incur personal gain to the defendant. 2) Notarial deed of SKMHT Number 84 dated March 26, 2010 does not fulfill the objective element in the agreement so that SKMHT Number 84 dated March 26, 2010 becomes null and void.

Kata Kunci : Notaris, sanksi hukum dan memalsukan tanda tangan

  1. S2-2018-387843-abstract.pdf  
  2. S2-2018-387843-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-387843-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-387843-title.pdf