FIDELITY DALAM IMPLEMENTASI MANUAL RUJUKAN KEHAMILAN, PERSALINAN DAN BAYI BARU LAHIR DI KABUPATEN SIKKA
FLORIANUS ALBERTUS, Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., P.hD.; Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, MA.
2018 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang: Pemerintah Kabupaten Sikka memberlakukan Manual Rujukan Kehamilan, Persalinan dan Bayi Baru Lahir sejak tahun 2012 untuk mendukung Revolusi KIA. Namun kasus kematian bayi dalam tiga tahun terakhir masih fluktuatif dengan jumlah kasus tertinggi pada tahun 2016 sebanyak 81 kasus. Kasus kematian ibu bahkan mengalami kenaikan sejak tahun 2013 sampai tahun 2016 yaitu dari 5 kasus ke 13 kasus. Penelitian bertujuan mendeskripsikan kepatuhan atau fidelity dalam implementasi Manual Rujukan Kehamilan, Persalinan dan Bayi Baru Lahir di Kabupaten Sikka. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian implementasi dengan metode kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 24 orang yang dipilih secara purposive sampling terdiri dari petugas kesehatan, pengambil kebijakan di Dinas Kesehatan dan rumah sakit serta ibu hamil. Lokasi penelitian dilakukan di 3 puskesmas, 1 rumah sakit PONEK dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka. Data dikumpulkan menggunakan panduan wawancara, observasi dan telaah dokumen dan dianalis secara tematik. Hasil: Kepatuhan dalam implementasi manual rujukan khususnya penyediaan dan pelaksanaan SOP; penyediaan ruangan rawat inap bersalin dan SDM Kesehatan; penyediaan transportasi rujukan; serta pelaksanaan alur/mekanisme rujukan belum optimal. Hasil penelitian menemukan bahwa sebagian besar tenaga kesehatan baik di puskesmas maupun rumah sakit belum memiliki manual rujukan. Meskipun penjelasan yang disampaikan tim Dinas Kesehatan dianggap memadai, namun tenaga kesehatan belum secara benar dan tepat melakukan pengelompokkan ibu hamil dan bayi berdasarkan resiko dan komplikasinya. Terjadi perbedaan persepsi diagnosa rujukan antara puskesmas dan rumah sakit. Strategi fasilitasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan selama ini belum tepat menjawab permasalahan kepatuhan tenaga kesehatan dalam implementasi manual rujukan. Kesimpulan: Manual Rujukan Kehamilan, Persalinan dan Bayi Baru Lahir di Kabupaten Sikka dalam implemantasinya belum dipatuhi oleh tenaga kesehatan. Peneliti menyarankan agar manual rujukan yang ada saat ini direvisi serta dibagikan kepada seluruh tenaga kesehatan disemua level rujukan. Sosialisasi tentang manual rujukan memanfaatkan WA group rujukan, penyediaan flow chart, dan menggunakan website Dinas Kesehatan.
Background : The Sikka District Government enacts a Refferal Manual Pregnancy, Birth and Newborn in 2012 to support the KIA Revolution. However, infant mortality cases in the last three years are still fluctuating with the highest number of cases in 2016 as many as 81 cases. Maternal mortality cases have even increased since 2013 until 2016 from 5 into 13 cases. The study aimed to describe the fidelity in the implementation of the Refferal Manual Pregnancy, Newborn and Newborn in Sikka District. Method : Implementation research with qualitative method. 24 respondents were chosen as research subject by purposive sampling (health officer, policy maker in Health Office and Hospital and pregnant mother). The location of the research was conducted in 3 public health center, 1 hospital and the Sikka District Health Office. Data were collected using interview guide, observation and document review then analyzed thematically. Result : Fidelity of referral manual implementation on provision protocol and SOP implementation, provision of inpatient wards, health human resources and referral transportation, as well as the implementation of referral mechanism were still not yet optimal. The health facilitation strategy has not been able to answer the fidelity issues of referral manual implementation. Most health workers do not have a referral manual, so even though the District Health Office description is adequate, health personnel have not been able to classify pregnant and infant referrals based on their risks and complications. There is a different perception of diagnosis between puskesmas and hospital. Conclusion : Fidelity in the implementation of the Refferal Manual Pregnancy and Newborn in Sikka District is not yet optimal. The researcher recommends that the referral manual should be revised and distributed to all health workers at all referral levels. The socialization of referral manual system could be delivered by using WA group, provision of flow chart, and website of Health Office.
Kata Kunci : AKB; AKI; manual rujukan kehamilan, persalinan dan bayi baru lahir; fidelity; implementasi program, maternal mortality rate; infant mortality rate; referral manual; fidelity; program implementation, fidelity, labor and newborn.