Laporkan Masalah

Dayasaing Jagung di Kabupaten Pacitan Provinsi Jawa Timur

LORENTA IN HARYANTO, Prof. Dr. Ir. Masyhuri ; Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc.

2018 | Tesis | Magister Manajemen Agribisnis

Tanaman jagung merupakan komoditas strategis yang memiliki potensi untuk dibudidayakan di daerah marginal, seperti di Kabupaten Pacitan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menentukan tingkat keuntungan privat dan sosial, 2) menganalisis dayasaing melalui keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif, 3) membahas dampak kebijakan pemerintah terhadap usahatani jagung, serta 4) menganalisis tingkat kepekaan dayasaing usahatani jagung di Kabupaten Pacitan terhadap perubahan aspek-aspek usahataninya. Metode analisis data menggunakan PAM (Policy Analysis Matrix). Penentuan sampel lokasi dilakukan secara sengaja, sedangkan penentuan sampel responden dilakukan secara proporsional dengan mengambil 102 petani jagung. Analisis dilakukan terhadap usahatani jagung di lahan tegalan pada tiga musim, yaitu musim penghujan I, penghujan II dan kemarau. Hasil analisis menunjukkan bahwa usahatani jagung di lahan tegalan di Kabupaten Pacitan tidak menguntungkan dan tidak memiliki dayasaing, dengan nilai PCR dan DRCR lebih dari satu. Secara parsial, pada musim penghujan II usahatani jagung di Kabupaten Pacitan menguntungkan secara privat dan sosial serta memiliki dayasaing. Usahatani jagung di musim penghujan I dan musim kemarau tidak menguntungkan dan tidak berdayasaing. Secara umum, tingkat proteksi pemerintah terhadap output tergolong rendah, namun tingkat proteksi pemerintah terhadap input, baik input tradable maupun non tradable, tergolong tinggi. Kebijakan pemerintah terhadap output dan input secara simultan belum efektif dalam melindungi usahatani jagung. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa dayasaing jagung mengalami peningkatan akibat perubahan harga, produktivitas, biaya tenaga kerja, dan nilai tukar. Perubahan dayasaing usahatani jagung bersifat elastis terhadap perubahan harga, produktivitas, dan biaya tenaga kerja, namun bersifat inelastis terhadap perubahan nilai tukar Rupiah.

Maize is one of the potential strategic commodities to be cultivated in marginalized areas, like Pacitan Regency. This research aims: 1) to determine the level of both private and social profits, 2) to analyze competitiveness through both comparative and competitive advantages, 3) to discuss the impacts of government policies on maize farming, and 4) to analyze the sensitivity of maize farming towards changes in any aspects. The data analysis was conducted by employing PAM (Policy Analysis Matrix). Sampling location was purposively chosen; while sample respondents were proportionally selected by taking 102 maize farmers. The research analyzed farming in three seasons: rainy season I, rainy season II, and dry season. The findings show that maize farming in dry land in Pacitan is unfavorable and not competitive, indicated by more-than-one PCR and DRCR values. Partially, in the rainy season II maize farming gains both private and social profits, and generates competitiveness, but in rainy season I and dry season it do not generate either profits or competitiveness. In general, the level of government protection on output is considered low, but the protection on input either tradable or non-tradable, is high. The government policy on output and input simultaneously is not protecting maize farming effectively. Sensitivity analysis indicates that maize competitiveness shall increase due to the changes of price, productivity, labor cost, and Rupiah exchange rates. The changes of competitiveness are elastic to the change of price, maize productivity, and labor cost, but it is inelastic to the change of Rupiah exchange rate.

Kata Kunci : comparative advantage, competitive advantage, maize, PAM, policy

  1. S2-2018-403833-abstract.pdf  
  2. S2-2018-403833-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-403833-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-403833-title.pdf