Kajian Citra Multiresolusi Untuk Pemetaan Life-form Terumbu Karang, Studi Kasus Pulau Parang, Kepulauan Karimunjawa
WAHYU LAZUARDI, Dr. Pramaditya Wicaksono, M.Sc
2018 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHInformasi spasial terkait variasi komposisi terumbu karang sangat bermanfaat untuk kepentingan pengelolaan dan pelestarian sumber daya alam wilayah pesisir. Ketersediaan informasi tersebut tidak terlepas dari tujuan pengelolaan lingkungan, tetapi dapat dimanfaatkan untuk sarana pendukung pariwisata dan prediksi kemunculan spesies makhluk hidup tertentu. Citra satelit menjadi salah satu sumber data yang yang efisien dalam perolehan informasi variasi terumbu karang secara spasial. Penelitian ini bertujuan (1) mengkaji skema klasifikasi life-form terumbu karang yang sesuai dipetakan pada citra multiresolusi. (2) Memetakan life-form terumbu karang menggunakan citra multiresolusi. (3) Menguji akurasi pemetaan life-form terumbu karang menggunakan citra multiresolusi. Citra yang digunakan adalah PlanetScope (3 m), PlanetScope resampling (6 m) dan Sentinel-2A MSI (10 m). Skema klasifikasi yang digunakan terdiri dari tiga macam skema yang dibangun dari masing-masing citra multiresolusi, yakni skema 3 m, 6 m, dan 10 m. Metode klasifikasi yang digunakan adalah hybrid OBIA-supervised yang merupakan integrasi antara pendekatan berbasis objek dan berbasis piksel. Algoritma supervised yang digunakan adalah Classification Tree Analysis (CTA) dan Support Vector Machine (SVM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa overall accuracy peta life-form terumbu karang tertinggi diperoleh menggunakan citra Sentinel-2A MSI (10 m) sebesar 60-69% disusul dengan PlanetScope (3 m) sebesar 48-58% dan PlanetScope resampling (6 m) sebesar 40-55%. Hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan citra multiresolusi mampu menghasilkan peta life-form terumbu karang secara kompleks dengan tingkat kedetilan informasi berbeda.
Spatial information related to the variation of coral reef composition is very useful for the environmental management and conservation of coastal resources. The availability of such information can be used for support tourism facilities and predict the existence of certain species. Satellite imagery is one of the most efficient data sources for providing spatial coral reef information. This research aims (1) to study coral life-form classification schemes mapped on multiresolution imagery , (2) to map coral life-form using multiresolution imagery. (3) to assess the accuracy of coral life-form mapping using multiresolution imagery. PlanetScope (3 m), PlanetScope (resampled to 6 m) and Sentinel-2A MSI (10 m) satellite data were used for image classification. Three levels of coral life-form classification schemes were constructed based on each spatial resolution image and coral life-form variation in study area, i.e. 3 m (12 class), 6 m (11 class), and 10 m (9 class) schemes. The method used in this research is Hybrid OBIA-supervised classification, which is an integration between object-based and pixel-based classification approach. The supervised algorithm used in this research is Classification Tree Analysis (CTA) and Support Vector Machine (SVM). The result show that Sentinel-2A MSI (10m) had highest overall accuracy (60-69%), followed by PlanetScope (48-58%), and PlanetScope resampled into 6m (40-55%). These results show that multiresolution imagery is capable to obtain complexities of coral life-form map with different information detail levels.
Kata Kunci : Multiresolusi , life-form terumbu karang, Hybrid OBIA-supervised, Pulau Parang