PENGARUH SUMBER BENIH DAN LETAK AKSIAL KAYU JATI PERHUTANI UMUR 15 TAHUN TERHADAP SIFAT PENGERJAAN SEBAGAI BAHAN BAKU MEBEL
GELAR ABDI D, Tomy Listayanto, S.Hut.,M.Env.Sc., Ph.D.
2018 | Skripsi | S1 KEHUTANANJati merupakan salah satu jenis kayu yang paling diminati terutama di pulau Jawa karena kekuatan dan keawetan tinggi namun memiliki waktu daur yang sangat lama. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Perum Perhutani selaku penyedia kayu jati terbesar di Indonesia mencoba mengembangkan jati unggul untuk meningkatkan produktivitas berupa jati klon dan jati plus perhutani. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh interaksi sumber benih dan letak aksial terhadap sifat pengerjaan kayu Jati Perhutani untuk pembuatan mebel dan kerajinan. Kayu Jati Plus Perhutani umur 15 tahun diambil bagian pangkal dan tengah kemudian dibentuk papan dengan ukuran 2x12x95 cm. Dari papan tersebut dibuat sampel sifat pengerjaan kayu dengan menggunakan standar ASTM D-1666-64. Parameter yang diamati dari penelitian ini adalah penggergajian, pengetaman, pengeboran, pembubutan, dan pengampelasan. Data yang dihasilkan kemudian diuji analisis varian (ANOVA) dengan taraf uji 5% serta uji lanjut Honestly Significant Difference Tukey untuk mengetahui perbedaan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sumber benih jati berpengaruh nyata pada sifat pengerjaan pembubutan. Begitu pula pada pengerjaan pengeboran berpengaruh nyata pada interaksi faktor sumber benih dan letak aksial kayu jati. Secara umum kayu terbaik untuk dijadikan mebel dengan sifat pengerjaan terbaik adalah kayu jati klon.
Teak is one of the most desirable species of wood especially in Java because of its high strength and durability but has a very long cycle time. To overcome these problems, Perum Perhutani as the largest teak supplier in Indonesia tries to develop superior teak to increase the productivity of teak clones and teak plus perhutani. The purpose of this research is to know the effect of interaction of seed source and location of axial to nature of wood work of Jati Perhutani for making furniture and craft. Teak Wood Plus Perhutani 15 years old taken from the base and middle then formed a board with a size of 2 x 12 x 95 cm. From the board is made sample of woodworking properties by using ASTM D-1666-64 standard. The parameters observed from this research are sawing, planing, drilling, shaping, and sanding. The resultant data were then tested variance analysis (ANOVA) with 5% test level and advanced test of Honestly Significant Difference Tukey to know the difference. The results showed that the source of the teak seeds had significant effect on the nature of the processing. Similarly, on drilling work has a significant effect on the interaction of seed source factors and the location of axial teak. In general, the best wood to be used as furniture with the best workmanship properties is teak clone.
Kata Kunci : Jati Klon, Jati Plus Perhutani, Sifat Pengerjaan Kayu;Conventional Teak, Clonal Teak, Superior Teak Perhutani, Wood Working Characteristic