Partisipasi Stakeholder Dalam Penataan Dan Pengembangan Geoheritage Tebing Breksi Dalam Kawasan Cagar Budaya Candi Ijo
RISTA LENTERA G W M, Prof.Ir. Achmad Djunaedi, MUP., Ph.D.;Retno Widodo Dwi Pramono, S.T., M.Sc., Ph.D.
2018 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTACultural heritage dan natural heritage memiliki arti penting bagi manusia karena mengandung nilai-nilai vital yang dapat mempresentasikan banyak hal bila diteliti lebih mendalam. Selain itu, pemanfaatan cultural heritage dan natural heritage di bidang pariwisata berpotensi menggerakkan ekonomi lokal bila dikelola dengan baik. Tebing Breksi menjadi salah satu pemanfaatan natural heritage di bidang pariwisata yang melibatkan beberapa stakeholder dalam penataan dan pengembangannya yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat lokal. Sejak diterbitkannya SK Badan Geologi Nomor 1157.K/73/BGL/2014 yang menyebutkan Tebing Breksi merupakan geoheritage, kegiatan pertambangan dihentikan. Muncul inisiasi dari sebagian masyarakat lokal menjadikan Tebing Breksi sebagai kawasan wisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan induktif kualitatif yang menekankan pada pengamatan terlebih dahulu di lapangan sehingga dari hasil pengamatan akan didapatkan kesimpulan berdasarkan makna yang ditemukan selama penelitian. Teknik pengambilan sampel sumber data dilakukan dengan metode purposive sampling dan snowball sampling. Tujuan penelitian ini yaitu 1). mengidentifikasi stakeholder yang terlibat dalam penataan dan pengembangan Tebing Breksi, 2). mengidentifikasi bentuk tindakan partisipasi stakeholder, dan 3). mengidentifikasi relasi tindakan antarstakeholder. Penelitian ini menghasilkan temuan 1) terdapat 7 stakeholder yang terlibat dalam penataan dan pengembangan Tebing Breksi, 2). bentuk tindakan partisipasi stakeholder beragam. Ada yang berupa a). program pemberdayaan masyarakat dan pengelola Tebing Breksi (BPCB DIY), b). pendanaan pembangunan amenities dan promosi wisata (Dinpar DIY dan Dinpar Kabupaten Sleman), c). bantuan dalam identifikasi potensi, masalah, dan arahan program pemberdayaan yang efektif (PUSPAR UGM), d). Pembinaan masyarakat dan peningkatan ekonomi lokal (Pemerintah Desa Sambirejo), e). tenaga dan keterampilan (pengelola Tebing Breksi), dan f). keterampilan (masyarakat lokal) serta 3). relasi antarstakeholder dalam penataan dan pengembangan Tebing Breksi bersifat asosiatif positif karena antarstakeholder saling berkomunikasi dalam perencanaan dan pengembangan obyek wisata Tebing Breksi
Cultural heritage and natural heritage have an important meaning for humans because its contain vital values that can present many things if examined more deeply. In addition, the use of cultural heritage and natural heritage in the tourism sector has the potential to drive the local economy if managed properly. Tebing Breksi is one of the uses natural heritage in the tourism which involves several stakeholders in the arrangement and development which aims to empower local communities. Since the issuance of the Geological Agency Decree Number 1157.K / 73 / BGL / 2014 which states that the Tebing Breksi is a geoheritage, mining activities are stopped. Initiation from some local people emerged Tebing Breksi as a tourist area. This study uses a qualitative inductive approach that emphasizes prior observation in the field so that from the results of the observations there will be conclusions based on the meaning found during the study. Data source sampling technique was carried out by purposive sampling and snowball sampling method. The purpose of this study are 1). identify stakeholders involved in arrangement and developing the Tebing Breksi,, 2). identify forms of stakeholder participation actions, and 3). identify action relationships between stakeholders. This study findings 1) there were 7 stakeholders participate in arrangement and development Tebing Breksi, 2). There are various form of stakeholders participation action. The form are a). community empowerment program and manager of Tebing Breksi (BPCB DIY), b). funding the development of tourism facilities and promotions (Dinpar DIY and Dinpar Sleman Regency), c). assistance in identifying potential, problems, and directives of effective empowerment programs (PUSPAR UGM), d). community development and improvement of the local economy (Sambirejo Village Government), e). energy and skills (manager of Tebing Breksi), and f). skills (local community) and 3). relations between stakeholders in arrangement and development Tebing Breksi are positively associative because inter-stakeholders communicate with each other in the planning and development of Tebing Breksi.
Kata Kunci : Partisipasi, Stakeholder, Cagar Budaya, Pariwisata