Laporkan Masalah

PENGARUH TINGKAT RELIGIUSITAS, ALTRUISME, DAN KEPERCAYAAN PADA INSTITUSI PUBLIK, TERHADAP MORAL PAJAK DI INDONESIA

HASAN, Prof. Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc.

2018 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini memberikan pandangan tentang kepatuhan pajak yang dipengaruhi oleh berbagai macam faktor dan tidak selamanya dibentuk oleh faktor ekonomi (pemberian sanksi, frekuensi pemeriksaan, dan tarif pajak). Beberapa studi empiris memperkenalkan adanya faktor non ekonomi berupa moral pajak sebagai motivasi intrinsik individu untuk membayar pajak (Alm dan Torgler 2004, 269). Moral pajak dianggap mampu menjelaskan 'puzzle of tax compliance'(Torgler 2002, 658), karena pada kenyataannya banyak warga negara yang tetap patuh pada ketentuan perpajakan meskipun dihadapkan pada sanksi dan probabilitas audit yang rendah (Antoci, Russu, dan Zarri 2014, 106). Dengan memanfaatkan data Indonesia Family Life Survey (IFLS) wave 4 dan wave 5 serta World Values Survey (WVS) wave 5, penelitian ini berupaya menganalisis pengaruh faktor-faktor non ekonomi berupa tingkat religiusitas, altruisme (perilaku prososial), dan kepercayaan pada institusi publik, dalam menjelaskan moral pajak di Indonesia. Hasil estimasi regresi model panel logit untuk data IFLS dan estimasi regresi model probit untuk data WVS, memberikan simpulan yang konsisten tentang signifikansi pengaruh ketiga faktor tersebut terhadap moral pajak di Indonesia. Di samping itu, beberapa faktor lain seperti usia, jenis kelamin, lokasi (desa atau kota), dan program sosial pemerintah yang diterima komunitas, juga terbukti secara empiris mempunyai dampak pada pembentukan moral pajak masyarakat Indonesia.

This study give an overview regarding tax compliance which are effected by numerous factors and no longer caused by economic factors (penalty rates, audit probabilities, and tax rates). Some empirical studies introduced the existence of non-economic factors, tax morale as the intrinsic motivation to pay taxes (Alm and Torgler 2004, 269). Tax morale is considered to be able to explain the 'puzzle of tax compliance' (Torgler 2002, 658), due to the fact that shows citizens comply their fiscal duties eventhough they are faced by the penalties and the low audit probabilities. (Antoci, Russu, and Zarri 2014, 106). Using survey data from Indonesian Family Life Survey, IFLS (wave 4 and wave 5) and World Values Survey, WVS (wave 5), this research were conducted to analyze the importance of non-economic factors as, religiosity, altruism (prosocial behavior), and trust in public institutions, in explaining tax morale in Indonesia. The empirical results of logit panel regression model for IFLS data and the estimation of probit regression model for WVS data, show a consistent conclusion about significance of the three factors toward tax morale in Indonesia. Besides, some other factors such as age, gender, location (rural or urban),and government social program accepted by the community, are empirical proven that they influence Indonesian citizens tax morale conformation.

Kata Kunci : moral pajak, faktor non ekonomi, religiusitas, altruisme, kepercayaan pada institusi publik

  1. S2-2018-406975-abstract.pdf  
  2. S2-2018-406975-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-406975-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-406975-title.pdf