Laporkan Masalah

Tindak Tutur Menyarankan oleh Pembelajar Bahasa Inggris di Indonesia dan Penutur Bahasa Inggris Australia

ANANDA CHASTALIA A, Dr. Aris Munandar, M. Hum.

2018 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIK

Penelitian ini bertujuan memaparkan perbandingan bentuk dan strategi tindak tutur menyarankan oleh pembelajar bahasa Inggris di Indonesia (PBII) dan penutur bahasa Inggris Australia (PBIA) serta faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perbedaan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara yaitu dengan kuesioner (Teknik Melengkapi Wacana) sebagai instrumen untuk mengumpulkan data. Selanjutnya, data dianalisis dengan menggunakan metode padan pragmatis untuk menjelaskan perbandingan bentuk dan strategi tindak tutur menyarankan, serta menjelaskan faktor penyebab terjadinya perbedaan. Secara garis besar, tindak tutur menyarankan oleh PBII dan PBIA terbagi atas dua bagian, yaitu 1) bentuk tuturan, yang terdiri atas struktur tuturan dan ragam; serta 2) strategi tuturan, yang terdiri atas modus kalimat, cara menyarankan, dan tipe tuturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) PBII lebih banyak menggunakan kombinasi struktur tindakan pokok dan tuturan pendukung; 2) PBII menghasilkan 14 cara menyarankan, sementara PBIA menghasilkan 15 cara menyarankan; 3) perbandingan penggunaan formula semantik terbagi atas empat bagian, yakni (a) pemilihan kata sapaan, (b) penggunaan ucapan salam, serta (c) penggunaan penarik perhatian; dan 4) perbandingan tanggapan terhadap situasi dalam TMW. Ditemukan sekurang-kurangnya dua faktor penyebab perbedaan tindak tutur menyarankan oleh PBII dan PBIA, faktor tersebut adalah 1) faktor linguistik dan 2) faktor nonlinguistik.

This research aims to describe the comparison of forms and strategies of suggestion performed by Indonesian English learners (PBII) and Australian native speakers of English (PBIA). Furthermore, this research intends to explain factors that lead to the emergence of forms and strategies differences. This research is a qualitative research. Interview method by using questionnaire (Discourse Completion Test) is applied as data collecting technique. Then, this research employs pragmatic identity method to analyze the forms and strategies of suggestion and to describe factors causing the differences. Generally, the speech act of suggestion performed by PBII and PBIA is realized into two parts, namely 1) speech form which includes speech structure and style; and 2) strategies which includes mood, suggestion strategies, and type of utterances. The finding shows that 1) PBII produces more structure containing head act and supporting move; 2) PBII produces 14 strategies, meanwhile PBIA produces 15 strategies; 3) the comparison of semantic formula use is divided into the expressions of addressing, greeting, and attracting; and 4) the comparison of responses to the situations given in DCT. Two factors that contribute to the emergence of the differences include 1) linguistic factor and 2) nonlinguistic factor.

Kata Kunci : Linguistik Kontrastif, Menyarankan, Indonesia, Australia

  1. S2-2018-404285-abstract.pdf  
  2. S2-2018-404285-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-404285-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-404285-title.pdf