Laporkan Masalah

PENGARUH PADAT TEBAR DAN ASAL BENIH TERHADAP SINTASAN DAN PERTUMBUHAN BENIH NILA MERAH NILASA (Oreochromis sp.) PADA PENDEDERAN I

DIAH CAHYANI, Prof. Dr. Ir. Rustadi, M.Sc ; Susilo Budi Priyono, S.Pi., M. Si

2018 | Skripsi | S1 BUDIDAYA PERIKANAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh padat tebar dan asal benih terhadap sintasan dan pertumbuhan benih nila merah nilasa pada pendederan I. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial 3 x 2 dengan 2 ulangan. Faktor pertama dalam penelitian ini adalah padat tebar (200, 400, dan 600 ekor/m3) dan faktor kedua adalah asal benih (Cangkringan dan Bokesan). Benih nila merah nilasa dipelihara dalam hapa (lubang 2-3 mm) berukuran 1 x 2 m x 8 m selama 42 hari. Pemberian pakan berdasarkan biomasa sebanyak 20 % untuk minggu pertama awal tebar, 15% untuk minggu kedua dan 10% untuk minggu ke tiga. Pakan yang diberikan berupa serbuk hasil gilingan. Parameter yang diamati meliputi panjang dan berat individu benih dan kualitas air. Data dianalisis secara statistik dengan tingkat kepercayaan 95%, sedangkan kualitas air dianalisis secara deskriptif. Padat tebar memberikan pengaruh nyata pada sintasan, semakin tinggi padat tebar maka semakin rendah nilai sintasan. Berdasarkan hasil yang didapat padat tebar 200 ekor/m3 memberikan nilai sintasan paling tinggi yaitu 28,12 %. Sedangkan perbedaan padat tebar tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan. Benih asal Cangkringan maupun asal Bokesan tidak terdapat perbedaan nyata pada hasil sintasan maupun pertumbuhan benih nila merah nilasa.

The objectives of this research are to determine the effect of different stocking densities and seed origin on growth and survival of red tilapia seeds nilasa strain rearing phase I. This study used a completely random factorial design 3 x 2 in 2 replications. The first factor in this study was stocking densities (200, 400, and 600 seed / m3) and the second factor was the origin of the seed (Cangkringan and Bokesan). Red tilapia seeds were reared hapa of 1 x 2 m with water depth of 8 m for 42 days. Feeding as much of biomass as 20% for the first week of initial stocking, 15% for second week and 10% for week 3. The feed given is in the form of milled powders. Parameters observed beweeakly includ the length and weight of individual seed and water quality. Data was analyzed statistically with a 95 % confidence level, while water quality was analyzed descriptively. Stocking densities gives a significant on the survival , the higher the stocking density the lower the value of the survival rate. Based on the experiment obtained stocking densities of 200 fish /m3 gave significant the highest survival a of 28.12 %. While the density of stocking did not give a significant effect on growth. Seed origin from Cangkringan and origin Bokesan ther is not different origin seed between Cangkringan and Bokesan.

Kata Kunci : Asal benih, Nila merah nilasa, Padat tebar, Pertumbuhan, Sintasan

  1. S1-2018-331674-abstract.pdf  
  2. S1-2018-331674-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-331674-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-331674-title.pdf