Assessing the Acceptability and System Readiness of TB in Workplace Guideline at PT. Waskita Karya (Persero): an Implementation Research
BIANCA GAEA GINTING, Prof. dr. Adi Utarini, MPH, MSc, PhD.; Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, MA.
2018 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang: Indonesia adalah satu dari enam negara yang menyumbang 60% dari kasus TB baru: India, Indonesia, Cina, Nigeria, Pakistan, dan Afrika Selatan. NTP Indonesia telah memperluas layanan DOTS di penyedia layanan kesehatan di beberapa sektor. Pada saat yang sama, sebagian besar kasus TB aktif ditemukan di antara tenaga kerja. WHO dan ILO menyoroti tempat kerja sebagai pengaturan yang tepat untuk memulai kegiatan pencegahan dan pengendalian TB. UNAIDS, ILO dan WHO menyatakan konstruksi sebagai salah satu sektor kunci dengan faktor risiko TB dan HIV. Depkes menyadari hal itu dan menerbitkan Pedoman TB di Tempat Kerja yang bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan pada tahun 2015. Waskita Karya adalah salah satu perusahaan negara terkemuka di perusahaan konstruksi Indonesia tetapi belum menerapkan pedoman ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi manajemen puncak perusahaan dan pengetahuan staf terkait tentang TB dan TB di Pedoman Tempat Kerja, sistem penerimaan dan kesiapan untuk mengimplementasikan pedoman. Metode: Penelitian ini adalah penelitian implementasi dengan menggunakan metode mixed-method dengan desain sekuensial eksplanatif yang merupakan metode kuantitatif menggunakan Kuesioner Penilaian Pengetahuan Tuberkulosis yang diadaptasi (TKAQ) untuk menggambarkan TB dan TB dalam pengetahuan Panduan Tempat Kerja. Penelitian kualitatif dieksplorasi untuk melihat penerimaan dan kesiapan sistem PT. Waskita Karya untuk mengimplementasikan pedoman ini. Penelitian ini dilakukan di kantor pusat dan proyek PT. Waskita Karya di Jakarta dengan partisipan yang terkait dengan Kesehatan dan Keselamatan Kerja dalam pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif. Hasil: Dari 235 pekerja, tiga belas orang (5,53%) memiliki pengetahuan TB tingkat tinggi. 46,80% koresponden mengatakan mereka tidak tahu TB di Pedoman Tempat Kerja ada di Indonesia. 24 pekerja (10,21%) mengatakan mereka tahu ada kasus TB di perusahaan. Semua responden disetujui untuk menerima pedoman dan memilih untuk melakukan TB. Strategi DOTS karena keterbatasan perusahaan pada strategi jika memutuskan untuk mengadopsi pedoman. Kesimpulan: Hanya sejumlah kecil responden yang memiliki pengetahuan TB tingkat tinggi, sebagian besar berada dalam tingkat sedang. Sebagian besar responden tidak tahu bahwa Pedoman TB di Tempat Kerja ada di Indonesia. Perusahaan menyetujui untuk menerima pedoman karena ini adalah peraturan pemerintah. Sistem perusahaan belum siap untuk menerapkan semua kriteria dalam pedoman karena keterbatasannya dalam Strategi dan sumber daya DOTS. MoU perlu dibentuk untuk memenuhi kolaborasi TB Networking. Kata kunci: TB, TB di Pedoman Tempat Kerja, Pengetahuan, Penerimaan, Sistem Kesiapan
Background: Indonesia is one of six countries accounted for 60% of the new TB cases: India, Indonesia, China, Nigeria, Pakistan and South Africa. Indonesia NTP has expanding DOTS services in health providers across several sectors. At the same time, most of active TB cases found among workforce. WHO and ILO highlighted work-place as an appropriate setting for initiating TB prevention and control activities. UNAIDS, ILO and WHO stated construction as one of key sectors with TB and HIV risk factors. Indonesia MoH realized it and published TB in Workplace Guideline in collaboration with Ministry of Manpower in 2015. Waskita Karya is one of leading state enterprises construction company in Indonesia but has not implemented the guideline. Objectives: This study aimed to explore company top managements and related staffs� knowledge about TB and TB in Workplace Guideline, acceptance and system readiness to implement the guideline. Method: This is an implementation research study that use mixed-method with explanatory sequential design which is begin with a quantitative strand using adapted Tuberculosis Knowledge Assessment Questionnaire (TKAQ) to describe TB and TB in Workplace Guideline knowledge. Qualitative research explored PT. Waskita Karya implementation outcomes of acceptability and system readiness. This research conducted at PT. Waskita Karya head office and projects in Jakarta with participants that related to Occupational Health and Safety part for both in quantitative and qualitative data collection. Result: From 235 workers, thirteen persons (5.53%) have a high level of TB knowledge. 46.80% correspondents said they do not know TB in Workplace Guideline exist in Indonesia. 24 workers (10.21%) said they know there are TB cases in company. All of respondents approved to accept the guideline and chose to perform TB networking due to company limitation on DOTS strategy if decided to adopt the guideline. Conclusion: Only small number of respondents have high level of TB knowledge, most of them are in moderate level. Most of respondents do not know that TB in Workplace Guideline exist in Indonesia. Company approved to accept the guideline since it is government regulation. Company system is not ready to implement all of criteria in guideline due to its limitation in DOTS Strategy and resources. MoU need to establish to fulfill TB Networking collaboration.
Kata Kunci : Keywords: TB, TB in Workplace Guideline, Knowledge, Acceptability, System Readiness