PENGARUH PROFITABILITAS TERHADAP IPO UNDERPRICING DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2013-2017
SYELLA ANINDYA H, Prof. Dr. Marwan Asri, M.B.A.
2018 | Tesis | Magister ManajemenFenomena underpricing sering terjadi pada hampir seluruh pasar modal di dunia tidak terkecuali Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh profitabilitas terhadap tingkat underpricing pada saat penawaran saham perdana di Indonesia. Populasi dalam penelitian adalah perusahaan yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia, dan terdapat 121 perusahaan yang tercatat melakukan Initial Public Offering (IPO) pada periode tahun 2013-2017. Dengan menggunakan metode purposive sampling, didapatkan sampel sebanyak 79 perusahaan yang mengalami underpricing dan memenuhi kriteria kelengkapan data pada periode tersebut. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda dan data dalam penelitian ini telah diuji dengan metode uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas yang diukur dengan menggunakan Return on Assets (ROA) menghasilkan hubungan yang negatif signifikan terhadap tingkat underpricing. Variabel kontrol seperti ukuran perusahaan juga memiliki hubungan negatif signifikan terhadap underpricing. Disamping itu, variabel kontrol seperti umur perusahaan dan presentase penawaran saham tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat underpricing.
Underpricing phenomenon still occurs in almost all the world's capital market, including Indonesia. This research aims to examine the impact of profitability on IPO Underpricing in Indonesia. Using the sample of public listed companies registered in Indonesia Stock Exchange (IDX), there are 121 companies ranging from 2013-2017. Samples in this study consist of 79 companies that experienced underpricing in IPO and have completed data. This research uses multiple linear regression and data was analyzed using classic assumption analysis. The empirical result shows that profitability measured by return on assets is negatively significant to the underpricing levels with significant level 5%. A high profitability will produce a low level of underpricing. Control variable such as firm size is negatively significant to the underpricing levels. On the other hand, the age of firm and percentage of shares offered are not significantly influenced the underpricing level.
Kata Kunci : Initial Public Offering, Return on Assets, Underpricing, Profitabilitas, Umur Perusahaan, Ukuran Perusahaan, Persentase Penawaran Saham, Initial Return, Bursa Efek Indonesia, Initial Public Offering, Indonesia Stock Exchange, Return on Assets, Underpricin