PROLEKSEM DI DALAM BAHASA INDONESIA
WAHYU AYUNINGSIH, Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, S. U., M. A.
2018 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIKPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan distribusi, pola urutan, dan klasifikasi proleksem berdasarkan ciri-ciri tertentu di dalam bahasa Indonesia. Data diperoleh dari istilah dan kosakata dalam bidang keilmuan melalui kamus dan sumber referensi tertulis lainnya. Data yang dikumpulkan kemudian ditulis dan dicari bentuk terikatnya menggunakan metode padan referensial dan metode agih. Selain metode tersebut, penelitian ini juga menggunakan metode introspektif yang mengandalkan kemampuan intuitif berbahasa peneliti sebagai penutur asli bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil analisis data, proleksem berada mengawali suatu bentuk monomorfemis (leksem dasar) dan polimorfemis (kata dan abreviasi). Kata berproleksem mempunyai pola urutan MD sama seperti coumpund word dalam bahasa Inggris. Proleksem berfungsi sebagai unsur pembentuk kata dan menerangkan leksem yang dilekati. Keproduktivan proleksem ditentukan berdasarkan kemampuannya melekat pada leksem yang bahasa asalnya di luar dari bahasa asal proleksem, seperti proleksem nir- yang berasal dari bahasa Sanskerta. Nir- tidak hanya melekat pada leksem serapan dari bahasa Sanskerta saja, tetapi juga produktif melekat pada leksem lain, seperti pada kata bentukan nirkabel dan nirfungsi yang mempunyai leksem dasar kabel (cable) dan fungsi (function) dari bahasa Inggris. Terdapat makna proleksem dalam kata bentukan, seperti menyatakan: (i) jumlah; (ii) ukuran; (iii) makna superlatif; (iv) sikap; (v) peralihan; (vi) bekas/masa berlaku; (vii) cara; (viii) objek/manusia; (ix) negasi; (x) waktu; (xi) tempat; (xii) hubungan; (xiii) pengulangan, perubahan, dan pembaharuan; (xiv) asal; (xv) penghilangan dan pengurangan; (xvi) sifat; (xvii) bagian; (xviii) jarak; dan (xix) kepemilikan. Beberapa proleksem mempunyai makna yang bersinonim yang perbedaannya dapat ditentukan berdasarkan bahasa asal proleksem, penggunaannya dalam bidang keilmuan tertentu, ciri semantis leksem yang dilekati, dan beberapa faktor ekstralinguistis lainnya, seperti faktor kelaziman leksem yang dilekati oleh proleksem-proleksem tertentu.
This study aims to describe distribution, pattern, and classification of prolexeme based on its characteristic in Indonesian language. The data were obtained from terms and vocabularies of science in dictionaries and other written sources. The data were collected and searched to find their bound morphemes using identity method. In addition, this study also uses an intuitive method which relies on researcher's intuitive language skill as an Indonesian native speaker. According to the results, prolexeme is linked before monomorphemic forms (root) and polymorphemic forms (words and abreviations). Prolexeme has the same pattern as compound words in English. Prolexeme linked to a root, words, and abbreviations to produce a word. The productivity of prolexeme is determined based on its morphological ability towards a specific lexeme. Prolexeme nir- which is derived from Sanskrit is not only linked to Sanskrit loan words, but also to other lexemes, such as nirkabel and nirfungsi, since kabel is borrowed from cable (English) and fungsi is borrowed from function (English). In addition, prolexeme has lexical meaning in word-formations which create: (i) amount; (ii) size; (iii) superlative meaning; (iv) manner; (v) transition; (vi) former/validity period; (vii) way; (viii) object/animate; (ix) negation; (x) time; (xi) place; (xii) relation; (xiii) repetition; (xiv) origin/source; (xv) removal; (xvi) character; (xvii) parts; (xviii) distance; and (xix) ownership. Some prolexemes have synonymous meanings which can be determined based on their terminologies, their use in a particular field, their semantic characteristic of lexemes, and some extralinguistic factors, such as the tendency of lexeme which is linked to certain prolexeme.
Kata Kunci : proleksem, morfem terikat dan morfem bebas, paduan leksem, peristilahan, serapan