Implementasi Pelayanan Kefarmasiaan di Rumah pada Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
DEASY NUR CHAIRIN H, Dr. Nanang Munif Yasin, M.Pharm., Apt. ; Dr. Susi Ari Kristina, M.Kes., Apt.
2018 | Tesis | MAGISTER FARMASI KLINIKPelayanan kefarmasian di rumah merupakan salah satu inovasi yang dilakukan oleh apoteker guna meningkatkan kepatuhan dan kualitas hidup. Gagal ginjal merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi jangka panjang. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran informasi yang dibutuhkan oleh pasien gagal ginjal kronis, melihat pengaruh pelayanan kefarmasian di rumah terhadap kepatuhan dan kualitas hidup, serta melihat hubungan antara kepatuhan dan kualitas hidup pasien ginjal kronis. Desain penelitian ini adalah kuasi eksperimental dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest design. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta yang dilakukan pada periode Maret sampai Mei 2018. Pada penelitian ini dilakukan pemberian konseling, evaluasi penggunaan dan penyimpanan obat sebanyak satu kali kunjungan ke rumah pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini menggunakan kuesioner MARS untuk mengukur tingkat kepatuhan dan kuesioner KDQoL-SF 36 untuk mengukur kualitas hidup. Analisis hasil data pre dan post intervensi menggunakan uji Paired sample T-Test dan uji Wilcoxon. Responden penelitian berjumlah 45 orang yang didominasi oleh laki-laki (55,6%) dan rerata usia 54,6 SD 9,5 tahun. Gambaran hasil need assessment pada penelitian ini, yaitu materi terkait klasifikasi gagal ginjal kronis, terapi pada pasien gagal ginjal kronis, efek samping obat, obat-obat yang dihindari atau dipertimbangkan penggunaannya pada pasien gagal ginjal kronis, dan aturan penggunaan obat. Hasil analisis statistik dari data pretest dan posttest menunjukkan bahwa pelayanan kefarmasian di rumah meningkatkan kepatuhan pasien dari rerata 6,62 SD 1,98 menjadi 8,38 SD 1,58 (p < 0,05) namun tetap pada kategori patuh. Pada pengukuran kualitas hidup terjadi peningkatan yang signifikan pada domain kesehatan fisik (p < 0,05), namun tidak signifikan pada domain kesehatan mental, penyakit ginjal, dan kepuasan pasien. Penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan antara kepatuhan dan kualitas hidup (p > 0,05). Oleh karena itu, perlu dilakukan kontinuitas pelayanan kefarmasian di rumah untuk meningkatkan kepatuhan penggunaan obat dan kualitas hidup.
Home pharmacy services is one form of the innovations performed by pharmacists to improve adherence and quality of life. Kidney failure is a chronic disease that requires long-term therapy. The aims of this study is to identify the information needed, influence home pharmaceutical care of adherence and quality of life, relationship between adherence and quality of life of chronic kidney patients undergoing hemodialysis in RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. The design of this study is quasi experimental with one group pretest-posttest design. Sampling was done by consecutive sampling in RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Data collection was done in period of March - May 2018. This research conducted pharmacy service at home by giving one time counseling, evaluation of drug use, and storage of drug for patient of chronic renal failure undergoing hemodialysis. This study used a MARS questionnaire to measure compliance level and KDQoL-SF 36 questionnaires to measure quality of life. Analysis of pre and post intervention data using Paired sample T-Test and Wilcoxon test. The research respondents were 45 people dominated by men (55,6%) and average age of 54,6 SD 9,5 year. An overview of patients' needs in this study are materials relating to the classification of chronic renal failure, therapy in patients with chronic renal failure, drug side effects, drugs avoided or considered for use in patients with chronic renal failure, and drug use rules. Statistical analysis of pretest and posttest data indicated that home pharmacy services improved patient adherence from average 6.62 SD 1.98 to 8.38 SD 1.58 (p <0.05) but remained in obedient category. On the measurement of quality of life there was a significant increase in the domain of physical health (p <0.05), but not significant in the mental health domain, kidney disease, and patient satisfaction. This study showed no relationship between adherence and quality of life (p> 0.05) Therefore, it is necessary to continue the pharmaceutical services at home to improve drug adherence and quality of life.
Kata Kunci : Gagal ginjal kronis, pelayanan kefarmasian di rumah, kepatuhan, kualitas hidup.