Interferensi oleh Penutur Bahasa Melayu Palembang terhadap Bahasa Inggris
OKTARIA HASIYANA, Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, S.U., M.A.
2018 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIKTesis ini menjelaskan tentang Interferensi Bunyi oleh penutur Bahasa Melayu Palembang terhadap Bahasa Inggris. Interferensi merupakan suatu fenomena kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh penutur dengan cara memasukan unsur-unsur dalam bahasa pertama ke dalam bahasa kedua atau bahasa sasaran. Interferensi yang dibahas dalam tesis ini difokuskan pada interferensi fonologi. Interferensi fonologi dilakukan penutur suatu bahasa dengan cara menggunakan unsur bahasa pertama penutur tersebut dalam pelafalan bunyi pada bahasa kedua atau bahasa sasaran yang sedang digunakan. Adapun rumusan masalah yang diangkat dalamntesis ini berkaitan dengan bentuk interferensi oleh penutur BMP terhadap BI pada bunyi vokal dan konsonan, yaitu: [simbol bunyi], serta faktor yang menyebabkan terjadinya interferensi fonologi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian tesis ini, yaitu: metode pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik rekam dan catat, sedangkan metode analisis datanya menggunakan metode fonetis artikulatoris, analisis kontrastif, dan analisis kesalahan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut: 1) interferensi terhadap bunyi [simbol bunyi] terjadi pada semua posisi, yaitu: di awal, tengah, dan akhir kata, interferensi terhadap bunyi [simbol bunyi] terjadi pada posisi awal dan tengah kata, sedangkan interferensi terhadap bunyi [simbol bunyi] terjadi di tengah dan akhir kata. Interferensi oleh penutur BMP terhadap BI disebabkan oleh 1) faktor linguistik yaitu, perbedaan fonem, perbedaan distribusi bunyi, pelafalan yang sulit, dan ortografi, 2) Faktor nonlinguistik yaitu, motivasi, tingkat kemampuan, lingkungan, tempat dan media pembelajaran, kebanggaan dalam berbahasa, dan kesadaran berbahasa.
This research discusses the interference by the native speakers of Palembang Malay Language to English. The interference done by the speakers of one language through inserting the system of first's language to the second language used. The discussion of language interference is focused on phonology. In the phonology interference, speakers use the phonology system of the first language in pronouncing the second language. This research discusses two problem formulations, the forms of phonology interference by native speakers of Palembang Malay language to English and the factors of the interference. Method used in this research is listening method through recording and writing techniques, while the methods in analyzing data are phonetic of articulator, contrastive method, and error analysis. Based on the discussion, the phonology interference to [symbol of phones] happens in all position: in the beginning, middle, and the end of the words. Phonology interference to [symbol of phones] happens in the beginning and middle of the words, while phonology interference to [symbol of phones] happens in the middle and the end of the words. The factors of phonology interference to the speech of English are linguistic and nonlinguistic. The factors of linguistic consist of phone distribution and phoneme differences, pronunciation difficulties, and orthography. Nonlinguistic factors are motivation, language competence, environment, situation and media of learning, admiration and awareness of using the language.
Kata Kunci : Interferensi, Pelafalan, Kedwibahasaan