Laporkan Masalah

Gelar dan Nama: Kontestasi Politik Sultan Hamengku Buwana I 1749-1790

FLORENTINUS G A U, Dr. Sri Margana, M.Phil.

2018 | Tesis | MAGISTER SEJARAH

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kaitan antara gelar dan nama raja dalam konsep kekuasaan Jawa pada umumnya; penyebab kontestasi penggunaan gelar dan nama antara Hamengku Buwana I dan Paku Buwana III-IV dengan Mangku Negara I; serta menjelaskan metode penyelesaian dan dampak dari kontestasi tersebut. Kajian dimulai dengan penelusuran sumber hingga tahap penulisan dan menggunakan metode sejarah untuk menjawab permasalahan penelitian. Sumber yang digunakan meliputi sumber primer berupa arsip dan babad; sumber sekunder berwujud artikel dan buku yang didapatkan dari Arsip Nasional dan perpustakaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kontestasi penggunaan gelar dan nama oleh Hamengku Buwana I merupakan perwujudan dari persaingan memperebutkan supremasi tunggal tahta Mataram Islam. Terjadi karena adanya ambisi penguasaan atas suatu wilayah dan wujud ketidakpercayaan terhadap lemahnya kepemimpinan Paku Buwana II sebagai raja. Kontestasi dalam penggunaan gelar dan nama berpotensi memicu terjadinya peperangan berskala besar, namun kemungkinan tersebut dapat diredam melalui mediasi pihak Kompeni. Mangku Bumi sebagai pemantik kontestasi dalam penggunaan gelar dan nama berhasil mendapatkan separuh dari kerajaan Mataram Islam, ketetapan batasan wilayah kerajaan, dan jaminan suksesi tahta kerajaan Ngayogyakarta di tangan keturunannya.

This research aims to study and explain the relations among the Javanese royalties titles and names, their decisions in choosing so, and the concept of power/political power among Javanese people in general. It also looks further into the conflicts and contestations regarding titles and names usage between Hamengku Buwana I, Paku Buwana II-IV, and Mangku Negara I, and how they come into resolutions for the disputes. The research is thus conducted, from choosing relevan sources up to the writing process, with historical method. Royal archives and babad serve as primary source for the data collected along with other articles and books obtained from the Arsip Nasional Republik Indonesia and library for secondary source. In conclusion, the contestation in Hamengku Buwana I's title usage is a manifestation of the conflicts among Javanese royalty members to reign supreme over the Islamic Mataram kingdom. It stems mainly from ambitions to rule certain areas and distrust towards Paku Buwana II leadership as the then current king, which was deemed full of weakness. The conflicts and contestations among the royals brought along the potentials for large-scale confrontation; all of which were mitigated with mediations from Compagnie. In the end, Hamengku Buwana I as the one initiated the title contestation ended up with half the Islamic Mataram realm, tengible and exact area boundaries, and the assurance for his descendants to the throne.

Kata Kunci : Kata Kunci: kontestasi, gelar dan nama, hamengku buwana

  1. S2-2018-404385-abstract.pdf  
  2. S2-2018-404385-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-404385-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-404385-title.pdf