Laporkan Masalah

Swamedikasi Antibiotik pada Anak dan Kesadaran Orang Tua terhadap Resistensi Antibiotik: Studi Cross-sectional di Kota Malang

MELLISA DIAH P, Dr. dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA

2018 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

ABSTRAK Latar Belakang: Resistensi antibiotik telah menjadi permasalahan serius dalam bidang kesehatan masyarakat di abad 21. Krisis resistensi antibiotik dipicu oleh banyaknya perilaku masyarakat yang melakukan swamedikasi dengan antibiotik, penggunaanya yang berlebihan, perilaku tenaga kesehatan profesional dalam meresepkan antibiotik yang tidak rasional, serta kurangnya kepedulian terhadap masalah dan akibat yang ditimbulkan akibat resistensi antimikroba. Swamedikasi dengan antibiotik masih sering ditemui dalam praktik perilaku masyarakat dalam mencari upaya kesehatan. Di Indonesia, masyarakat yang melakukan pengobatan sendiri (swamedikasi) menggunakan antibiotik tanpa resep dokter masih sering ditemukan. Hasil survey WHO pada tahun 2015 ditemukan 15% orang Indonesia melakukan swamedikasi antibiotik Ketidaktepatan penggunaan antibiotik disebabkan oleh pengetahuan masyarakat yang rendah dan sangat berkaitan erat dengan sikap dan perilaku masyarakat. Anak-anak beresiko paling sering mendapatkan antibiotik, karena daya tahan tubuhnya yang lebih rentan sehingga lebih sering sakit. Ketepatan penggunaan antibiotik pada anak sangat dipengaruhi oleh perilaku orang tuanya. Beberapa faktor yang mempengaruhi penggunaan antibiotik yang tidak tepat pada anak-anak diataranya adanya peresepan antibiotik yang berlebihan oleh dokter,akses yang mudah dalam mendapatkan antibiotik untuk pengobatan sendiri dan terbatasnya pengetahuan orang tua tentang antibiotik. Persepsi dan perilaku orang tua tentang bagaimana menggunakan obat-obatan penting terhadap efek pada pengelolaan penyakit anak Tantangan terbesar sektor kesehatan yaitu mengedukasi masyarakat tentang kegunaan antibiotik, efeksampingnya, dan meyakinkan masyarakat agar menghentikan penggunaan antibiotik yang salah. Perbaikan dalam rasionalitas penggunaan antibiotik juga didorong oleh World Health Organization melalui pentingnya penggunaan antibiotik yang hanya boleh diperoleh dengan resep dokter dan edukasi yang terukur. Dengan demikian perlu secara konkrit memahami / mengukur tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap antibiotik pada kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda. Sehingga pembuat kebijakan dapat mengevaluasi dan membuat intervensi edukasi yang tepat kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhannya. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif - deskriptif dengan desain studi cross sectional survey yang bertujuan untuk mengetahui perilaku penggunaan antibiotik, jenis antibiotik yang digunakan, serta melihat pengaruh variabel bebas (faktor lingkungan, faktor kognitif, ketersediaan dana, dan informasi) terhadap perilaku orang tua terhadap penggunaan antibiotik pada anak dan kesadaran terhadap resistensi antibiotik di Kota Malang. Besar sampel ditentukan dengan perhitungan menggunakan rumus Slovin, dengan tingkat kepercayaan 5% diperoleh 400 sampel. dilakukan penambahan sampel sebanyak 10% menjadi 440 sampel. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan convenience /incidental sampling. Hasil: Orang tua yang melakukan swamedikasi antibiotik pada anak di Kota Malang sebesar 10.21%. Perilaku, pengetahuan, dan sikap orang tua terhadap penggunaan antibiotik pada anak dan kesadaran terhadap resistensi antibiotik di Kota Malang termasuk dalam kategori cukup. Faktor yang mempengaruhi orang tua dalam menggunakan antibiotika untuk anak di kota Malang yaitu penghasilan, akses mendapat antibiotik, sikap, dan pengetahuan Sedangkan pendidikan, bidang kesehatan, penghasilan, dan sumber informasi berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan responden dalam menggunakan antibiotik untuk anak.

Abstract Purpose: The purpose of this paper was to determine factors affecting knowledge, attitude, and practice of the parents using antibiotics for their children. Method: A cross-sectional study was conducted in governmental and private school. Multiple logistic regression models were estimated to examine the effect of parent�¢s knowledge, attitude level of antibiotic use and practice of the parents. Results: Ten percents of the parents admitted to self-medication using antibiotic for their children with the most reason was the ailment of their children is not severe enough and 41% of parents give antibiotics in 1-3 days on their children complained of illness. Phycisians are the main source of parents getting antibiotics and information of their use. Factors that influence parents use antibiotics is income (OR = 1.247 with 95% CI = 1.047-1.485), access to antibiotics (OR = 0.744 with 95% CI = 0.607-0.913), attitude (OR = 5.281 with 95% CI = 2.298-12.130), and knowledge (OR = 1.754 with 95% CI = 1.310-2.349). Higher education, health workers , income, and type source of information about antibiotic who received from phycisian and pharmacist have a significant effect on parents' knowledge in using antibiotics for children. Conclusion: Parents behaviour using antibiotics for children is good enough, most of them received antibiotic with prescriptions, although there are still found that some parents use antibiotics irationally. Policy maker need to make education campaign sustainable and strengthening pharmacovigilance in monitoring use of antibiotics in primary health care facility, hospitals, and community.

Kata Kunci : antibiotic, use, resistance, children, parents

  1. S2-2018-403301-abstract.pdf  
  2. S2-2018-403301-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-403301-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-403301-title.pdf