Strategi Adaptasi Buruh Informal di Sektor Wirausaha Sosial: Studi pada Tiga Buruh di Kampung Bausasran, Yogyakarta
KHOTIMAH UMMI H., Dr. Bambang Hudayana, M.A.
2018 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYASulitnya memenuhi kriteria untuk bekerja di sektor mata pencaharian atau usaha formal, membuat banyak orang akhirnya memilih bekerja di sektor informal. Hal ini yang ditemui di sebuah rumah yang merupakan lokasi crafting dan juga rumah tinggal bagi dua sosok cat lovers. Bergeraknya roda ekonomi di rumah ini disokong oleh dua figur yaitu Fifi dan Nia sebagai pemilik usaha dan tiga pegawai pokok sebagai buruh informal. Tanggungan pekerjaan meliputi crafting dan juga pengurusan satwa (kucing). Pemenuhan kebutuhan ekonomi sektor informal ini menuntut pegawainya tidak hanya mampu bekerja seperti terlibat produksi barang, nukang, atau urusan rumah tangga namun juga berhadapan dengan kucing-kucing yang jumlahnya tidak sedikit. Selain itu meski ada pembagian pekerjaan pokok,namun bagi masing-masing pegawai kemungkinan bisa mengerjakan pembagian tugas yang lain yang sifatnya membantu. Dengan kata lain, bekerja di sektor ini memunculkan motif tidak hanya ekonomi namun juga sosial. Dari sinilah peneliti berangkat untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seputar motif preferensi dan bagaimana mereka beradaptasi dengan pekerjaan-pekerjaan dekat dengan satwa tersebut? Dalam penelitian ini, digunakan metode penelitian kualitatif dengan observasi partisipasi langsung ke rumah dan tempat usaha tersebut yang terletak di Kampung Bausasran, Yogyakarta. Selain mengobservasi tentu saja data didapatkan dengan wawancara langsung ke informan yang terlibat, baik kepada buruh informal maupun ke pemilik usaha. Pengambilan data juga meliputi browsing pada akun Instagram dan website pemilik usaha. Kemudian pengumpulan data sekunder artikel dan jurnal online, serta penguatan atau pembandingan temuan dengan studi literatur. Dari penelitian yang sudah berlangsung, dapat disimpulkan bahwa sektor informal menjamin bukan hanya bentuk upah buruh yang dikaitkan dengan motif ekonomi pemilihan pekerjaan namun juga sebagai ruang untuk berkegiatan sosial antar buruh, buruh dengan pemilik usaha dan juga buruh dengan masyarakat.
Difficulty in meeting criteria to work in formal sector or business leads many people to choose working in informal sector. This case can be found in crafting location and also home living for two cat lovers. Running economic business in this house is supported by two figures namely Fifi and Nia as the business owners and three main employees as the informal labors. The works include crafting and taking care of the animals (cats). Fulfillment of economic needs in this informal sector requires its employees not only to have ability to work such as in production of goods, crafting or household activities but also ability to handle cats in a large number. Also, there must be division of main works, but for each employee, he or she should complete other work division with the purpose to help others. With other words, working in this sector creates not only economic motive but also social one. Hence, the researcher wants to find out answers on any questions about preference motive and hoe they adapt to any works related to the animal? In this research, it used qualitative research method with direct participant observation to the houses and business places located in Bausasran village, Yogyakarta. It was not only observation, the researcher also conducted direct interview to any involved informants, both informal labors and business owners. Data collection includes browsing to the Instagram account and website of the business owners. Then, there was secondary data collection from online articles and journals, as well as finding strengthening or comparison with literature study. From the research, it can conclude that informal sector does not only provide guarantee in the form of salary for its workers related to economic motive of work selection, but it also perceived as a space for social activities between workers, workers and business owners as well as workers and the public. Keywords: informal labors, work preference, strategy, adaptation
Kata Kunci : Kata kunci: buruh informal, preferensi kerja, strategi, adaptasi