Menikmati Pahit Manis Listrik Negara Titik Dua Hubungan Negara dan Warga dalam Program Elektrifikasi di Desa Elat Kecamatan Kei Besar Kabupaten Maluku Tenggara
GERARDUS KRISNA S, Dr. Laksmi A. Savitri, M.Si.
2018 | Tesis | MAGISTER ANTROPOLOGIKonteks karya akademis ini terkait dengan listrik; yang menjadi kewajiban oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero. Situasi yang dikaji adalah tugas PLN pada Sub-Ranting Elat yang secara administratif termasuk dalam PLN Rayon Tual; juga di bawah administratif dari PLN di Area Tual. Masalah yang diangkat adalah silih pendapat yang terjadi antara Warga sebagai pelanggan PLN dan PLN sendiri terkait pelayanan kelistrikan. Warga berpendapat bahwa mereka seharusnya mendapatkan pelayanan yang memuaskan. Namun PLN berpendapat berbeda, PLN Sub-ranting Elat telah memberikan pelayanan dengan tersedianya listrik sebagai kewajibannya sejak tahun 1987 tetapi tidak dengan apresiasi atau umpan balik yang semestinya diberikan oleh warga. Tulisan ini kemudian mencoba membicarakan tentang ketidaksetaraan antara PLN dan Warga, tentang apa yang semestinya didapatkan kedua pihak. Pertanyaan yang muncul coba saya jawab dalam tulisan ini adalah mengapa tidak ada dialog antara warga dan PLN terkait elektrifikasi? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, dilakukan penelitian secara antropologis dengan etnografi sebagai representasinya. Terkait dengan pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan; wawancara mendalam melalui pertanyaan terstruktur serta menggunakan GPS yang memberikan data gambar yang menghubungkan antara lokasi penelitian, informan serta responden. Penelitian dilakukan di Pulau Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, Propinsi Maluku selama 27 April sampai 2 Agustus 2015. Dari hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa masalah kelistrikan yang timbul di tempat terpencil bukan karena kesalahan warga atau perpanjangan negara saja, tetapi lebih kompleks lagi. Adanya perbedaan pendapat antara PLN dan warga berawal dari perbedaan pengetahuan. Hal ini yang membuat warga bersikap resisten atas sikap represif PLN terkait elektrifikasi.Tidak adanya dialog antara kedua belah pihak menyebabkan baik PLN maupun warga berada pada asumsinya masing-masing.
The context of this academic work is related to electricity; which is a liability by the State Electricity Company (PLN) Persero. The situation under consideration is the task of PLN in Elat Sub-branch which is administratively included in PLN Rayon Tual; also under the administrative of PLN in Tual Area. The issues raised are opinion polls that occur between Citizens as PLN subscribers and PLN itself related to electricity service. Citizens argue that they should get satisfactory service. However, PLN believes differently, PLN Sub-ranting Elat has provided services with the availability of electricity as its obligation since 1987 but not with appreciation or feedback that should be given by the citizens. This paper then tries to talk about the inequality between PLN and Citizens, about what should be both parties. The question that arises I try to answer in this paper is why there is no dialogue between citizens and PLN related to electrification? To answer that question, an anthropological research with ethnography as its representation is conducted. Associated with data collection is done through participant observation; in-depth interviews through structured questions and using GPS that provides image data that links between research sites, informants and respondents. The research was conducted in Kei Besar Island, Southeast Maluku District, Maluku Province during 27 April to 2 August 2015. From the research result it can be seen that the problem of electricity that arises in remote place not because of citizen's mistake or state extension only, but more complex. The existence of differences of opinion between PLN and citizens originated from differences in knowledge. This is what makes residents resistant to the repressive attitude of PLN related to electrification. The absence of dialogue between the two parties causes both PLN and citizens to be in their respective assumptions.
Kata Kunci : Elektrifikasi, PLN, Warga, Silih Pendapat / Electrification, PLN, Citizens, Dissent