Laporkan Masalah

GREEN SCHOOL REDD+: ANTARA WACANA DAN REALITA DI KABUPATEN KAPUAS KALIMANTAN TENGAH

NATUNIA EKNA C Y I, Dr. Pujo Semedi Hargo Yuwono, M.A

2018 | Tesis | MAGISTER ANTROPOLOGI

Banyak hutan dan lahan terbakar, banjir, tanah longsor, serta musim yang tidak menentu. Keadaan lingkungan kita saat ini berada dalam keadaan kritis yang mengakibatkan pemanasan global. Apa yang menimpa lingkungan kita saat ini tidak bisa terlepas dari campur tangan kita, manusia. Dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan yang semakin lama semakin tinggi, manusia mulai mengeksploitasi lingkungannya secara besar-besaran tanpa memperhitungkan dampak yang akan terjadi di kemudian hari. Agar keadaan lingkungan tidak bertambah kritis dan meminimalisir dampak dari eksploitasi lingkungan di masa depan, perlu adanya perubahan pola pikir dalam masyarakat terkait dengan lingkungan. Salah satu cara mengubah pola pikir masyarakat itu adalah dengan cara pendidikan lingkungan Hidup yang berkelanjutan. REDD+ di Kalimantan Tengah memiliki program Green School atau Sekolah Hijau. Sekolah ini bertujuan mengubah pola pikir para generasi muda agar tumbuh menjadi generasi yang mencintai dan peduli dengan lingkungannya. Tesis yang berjudul "Green School REDD+: Antara Wacana dan Realita di Kabuaten Kapuas Kalimantan Tengah" ini bertujuan melihat bagaimana program Sekolah Hijau REDD+ ini bekerja dan di praktekkan di kehidupan para pelaku-pelakunya, bagaimana program ini dikatakan berhasil, serta alasan pemilihan sekolah-sekolah di kota yang menjadi sekolah percontohan Sekolah Hijau/Green School REDD+ ini. . Program Sekolah Hijau REDD+ ini sangat menarik karena terletak di kota-kota besar di Kalimantan Tengah salah satunya Kabupaten Kapuas bukannya berada di daerah-daerah pedalaman Kalimantan Tengah yang berhubungan langsung dengan hutan dan perusahaan-perusahaan kelapa sawit maupun tambang. Sedangkan REDD+ merupakan sebuah mekanisme pengurangan deforestasi dan pengrusakan hutan dengan maksud mengurangi emisi dari deforestasi dan kerusakan hutan.

Many forests and land burns, floods, landslides, and uncertain seasons. The condition of the environment is currently in a legitimate country. What happens to our environment today can not be separated from our intervention, human beings. With technological advances and increasingly long-standing needs, humans are beginning to exploit the environment on a large scale without taking into account what will happen next month. In order for the environment not to develop and be minimized from future environmental exploitation, we need to reexamine patterns in the environment-related society. One way to change the mindset of the society is by continuing environment education. REDD + in Central Kalimantan has a Green School or Green School program. This school aims to change the mindset of the young generation to be a generation who loves and cares about the environment. The thesis entitled "Green School REDD +: Between Discourse and Reality in Kapuas District of Central Kalimantan" in the baseline program looks at how REDD + Green School works and is practiced for its principals, how the program works, and the reasons for the selection of school- schools in the city that became the pilot school of Green School / REDD + Green School. . The REDD + Green School Program is very interesting because it is located in Central Kalimantan, one of which is Kapuas District in the hinterlands of Central Kalimantan that is directly related to forests and oil palm companies and mines. While REDD + is a form of deforestation and forest destruction with a view to reducing emissions from deforestation and forest destruction.

Kata Kunci : REDD+, Sekolah Hijau, Pendidikan Lingkungan Hidup, Hutan, Perubahan Iklim, Kalimantan Tengah, Kapuas, deforestasi.

  1. S2-2018-388998-abstract.pdf  
  2. S2-2018-388998-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-388998-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-388998-title.pdf