Laporkan Masalah

Pedagang dan Buruh Gendong : Wanita di Pasar Beringharjo 1988-2010

FITRIA RULLY C, Nur Aini Setiawati, Ph.D

2018 | Skripsi | S1 SEJARAH

Skripsi ini berjudul Pedagang dan Buruh Gendong: Wanita di Pasar Beringharjo 1988-2010. Skripsi ini berisi mengenai peranan wanita dalam aktivitas di pasar, baik sebagai pedagang maupun sebagai buruh gendong. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah, dengan menggunakan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, sumber-sumber lisan serta sumber-sumber tertulis yang menjadi referensi penulis untuk melakukan penelitian. Pasar Beringharjo dikenal sebagai pasar terbesar yang ada di Yogyakarta. Aktivitas jual beli yang terjadi di dalam pasar ini telah berlangsung sejak lama. Pasar ini telah melewati berbagai masa pemerintahan, Belanda, Jepang dan Indonesia. Seiring dengan berjalannya waktu perubahan nampak terjadi dari Pasar Beringhajo. Mulai dari perubahan fisik bangunan, situasi pasar hingga pedagang dan aspek-aspek lain yang membuat pasar ini tetap beraktivitas melakukan kegiatan jual beli. Tidak hanya itu, keberadaan wanita di Pasar Beringaharjo dapat dirasakan karena sebagian besar pedagang di dalam pasar ini adalah wanita. Munculnya pedagang-pedagang baru yang menempati kawasan Pasar Beringharjo membuat keadaan pasar menjadi kurang tertib. Hal ini juga terlihat dari baruh gendong yang ada di dalam Pasar Beringharjo. Kurangnya koordinasi baik antar pedagang, antar buruh gendong dengan pihak pemerintah membuat keadadaan pasar menjadi kurang tertib dan terkadang menimbulkan konflik. Kondisi ini membuat para pedagang memerlukan suatu wadah yang menyatukan mereka dan menjadi jembatan antar pedagang dengan pemerintah sehingga koordinasi menjadi lebih baik demi membuat pasar yang lebih baik pula. Namun, tidak hanya pedagang saja membutuhkan suatu wadah, buruh gendong juga memerlukan hal itu. Skripsi ini berisi mengenai bagaimana pedagang dan buruh gendong mampu melakukan koordinasi yang baik dengan menggunakan suatu wadah yang disebut paguyuban.

This graduating paper is Merchants and Carrying Laborers: Woman in Beringharjo Traditional Market 1988-2010. This graduating paper is researching on how the merchants and the carrying laborers can make a good coordination through a community named "paguyuban". Furthermore, the role of women both as merchants and as carrying laborers also becomes focus of this graduating paper. Method used in this graduating paper is historical method. To analyze it, the writer takes the data from Department of Industry and Trades, interviews, and from books. Beringharjo traditional market is well known as the biggest traditional market in Yogyakarta. The economic activities happened in this market have been continuing for over a century. It has existed from Dutch's colonial, Japanese's, and still exists until this country retrieves its sovereignty. By the time, there are some changes in some parts of this market, starting from the building, market's atmosphere, and other aspects needed to support the trading activities. Furthermore, women also take role in this market because most of the sellers are women. However, the appearance of new sellers make the market less orderly. The appearance of carrying laborers have made the condition worse. The lack of coordination between the merchants, the carrying laborers, and the government makes the market lacks its order and sometimes creates some conflicts. This condition urges the merchants to create a place to coordinate with the carrying laborers and to think of a way to bridge them with government in order to create a better atmosphere of the market.

Kata Kunci : Pasar Beringharjo, Paguyuban, Pedagang, Buruh gendong, Wanita

  1. S1-2018-320019-abstract.pdf  
  2. S1-2018-320019-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-320019-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-320019-title.pdf