PENCAPAIAN KEBERHASILAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PROGRAM SIMPAN PINJAM PEREMPUAN DI KECAMATAN BERBAH
SITI ROCHMAWATI P., Dra. Ambar Teguh Sulistiyani, M.Si
2018 | Skripsi | S1 MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIKProgram Simpan Pinjam Perempuan (SPP) Kecamatan Berbah merupakan program pemberdayaan untuk masyarakat khususnya perempuan miskin produktif. Program pemberdayaan ini berawal dari Program Nasional Mandiri Perdesaan PNPM pada tahun 2006 dan dibubarkan pada tahun 2014. Dibubarkannya PNPM tidak lantas membubarkan program yang sudah berjalan kemudian berakhir begitu saja karena dana perguliran yang sudah ada dimasyarakat tetap harus dikelola. SPP merupakan program yang terus berjalan hingga saat ini meskipun belum memiliki badan hukum yang jelas untuk pengelola program. Program SPP memberikan sumber daya berupa pinjaman dana untuk membuat usaha atau mengembangkan usaha yang dimiliki oleh masyrakat tetapi pengajuannya secara kolektif tidak pribadi. Tujuan diselenggarakannya program ini adalah sebagai salah satu upaya penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kualitas serta kesejahteraan hidup masyarakat yang dilakukan oleh perempuan baik secara ekonomi maupun sosial. Program SPP dikelola oleh Unit Pengelola Kegiatan (UPK) dengan pemanfaatnya adalah perempuan di usia produktif tetapi kurang produktif. Program SPP ini memberikan sumber daya berupa pinjaman modal usaha bagi perempuan yang sudah memiliki usaha ataupun yang akan membuka usaha. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana keberdayaan perempuan melalui Program SPP dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberdayaan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Untuk mengetahui keberdayaan perempuan Program SPP Kecamatan Berbah, penelitian ini menggunakan teori dari Dwijowijoto yaitu akses, partisipasi, kontrol dan kesetaraan. Perempuan produktif di Berbah sebagai sasaran pemberdayaan mendapatkan kemudahan untuk mengetahui berbagai informasi mengenai program ini dan cara untuk mengikutinya. Mudahnya akses yang mereka dapatkan memicu semangat untuk berpartisipasi dalam program SPP secara aktif. Hal ini ditunjukkan dengan peran aktif mereka dalam segala bentuk kegiatan yang diselenggarakan dalam program SPP misalnya pertemuan rutin kelompok, sekolah keterampilan dan Rembug Center (RC). Perempuan produktif memiliki kemampuan dalam mengontrol pemanfaatan sumber daya yang didapatkan dalam program SPP sekaligus mengontrol sumber daya yang dimiliki oleh kelompok. Selain itu perempuan yang berdaya memiliki kesetaraan yang sama dalam kemampuan menyelesaikan masalah yang muncul dikelompok, lingkungan mamsyarakat ataupun masalah dalam usaha yang dijalani. Setelah mengetahui keberdayaan perempuan, maka dapat dianalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberdayaan tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberdayaan perempuan di Berbah antara lain, kerjasama antar lembaga, pendidikan dan kolektivitas di masyarakat.
Women�s Savings and Loan (SPP) Berbah Sub district is an empowerment program for the community, especially for poor productive women. This empowerment prpogram started from the Mandiri Rural National Program (PNPM) in 2006 and was dissolved in 2014. the disbanding of PNPM did not dissolve program that had been rund and then ended just because existing revolving founds in the community must be managed. SPP is a program that continous to run until now although it does not yet have a clear legal entity for program managers. SPP programs provide resources in the form of loan funds to make business or develop a community owned business but the submission is collective not private. The purposes of this program is to be one of the efforts to overcome poverty and to improve the quality and welfare of people�s lives by women both economically and socially. SPP program managed by the Activity Management Unit (UPK) with beneficiaries is women in productive age but less productive. SPP Program provides resources in the for of business capital loans for women who already have a business or who will open a business. This research was conducted to find out the extent of women�s empowerment through SPP Program and analyze the factors that influence the empowerment. This study uses a qualitative descriptive reasearch method. To know the women�s empowerment of SPP Program of Berbah Sub-district, this research uses the theory from Dwijowijoto that is access, participation, control and equality. Productive women in berbah as a goal of empowerment find it easy to know various information about this program and how to follow it. The easy access that they get sparked the spirit to participate in the SPP Program acttively. This is demonstrated by their active role in all forms of activities organized in SPP Programs such as reguler group meetings, skill schools and Rembug Center (RC). Productive women have the ability to control the utilization of resources obtained in the SPP Program while controlling the resources owned by the group. In addition, women who have the power to have equality in the ability to solve problems that appear in groups, social environment or problems in the business undertaken. After knowing the empowerment of woman, hence can be analyzed the factors that influence the empowerment. Factors affecting women�s empowerment in Berbah among others, inter-institutional cooperation, education and collectivity in the community.
Kata Kunci : Program SPP, UPK, Keberdayaan, akses, partisipasi, kontrol, kesetaraan, Faktor Keberhasilan.