ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN PRONOMINA PERSONA BAHASA INGGRIS OLEH PENUTUR BAHASA MADURA
NUR AWALIYAH PUTRI, Dr. Amir Ma’ruf, M. Hum
2018 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIKKesalahan berbahasa adalah salah satu bentuk penyimpangan yang mencerminkan kompetensi dari pembelajar bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kesalahan penggunaan pronomina persona bahasa Inggris oleh penutur bahasa Madura dan menjelaskan faktor-faktor penyebab munculnya kesalahan tersebut. Peneliti menggunakan dua landasan teori, yaitu analisis kesalahan dan pronomina. Data dikumpulkan menggunakan metode simak pada story telling, dan metode cakap dengan mewawancarai responden penelitian. Sebanyak total 66 pernyataan terkait motivasi dan sikap bahasa juga disebar dalam bentuk kuisioner kepada responden penelitian. Data kemudian dianalisis menggunakan metode padan dan agih. Hasil menunjukkan bahwa terdapat kesalahan pada keselarasan kasus nominatif sebanyak 17 kali atau 5,07%, kasus akusatif sebanyak 21 kali atau 47,73%, kasus genitif sebanyak 8 kali atau 2,5%, jumlah sebanyak 5 kali, dan jenis kelamin sebanyak 13 kali atau 20,31%. Faktor yang mempengaruhi kesalahan penggunaan pronomina persona Bahasa Inggris oleh penutur bahasa Madura adalah faktor intralingual, interlingual, dan ekstralingual. Faktor intralingual terdiri dari strategi generalisasi berlebih, penyederhanaan sistem, dan salah letak; factor interlingual terdiri dari perbedaan sistem pronomina persona bahasa Inggris dan bahasa Madura; dan faktor ekstralingual, yaitu motivasi yang menggerakkan pembelajar untuk belajar bahasa Inggris tersebut adalah motivasi ekstrinsik, dan motivasi instrumental. Sementara itu, bentuk keluaran sikap berdasarkan hasil reaksi afektif, kognitif, dan konatif responden penelitian ini adalah positif. Responden penelitian suka dan tertarik terhadap bahasa Inggris dan pembelajaran bahasa Inggris, percaya bahwa bahasa Inggris penting, dan cenderung akan berusaha meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka. Namun, sikap positif tersebut menurun jika ada bahasa Indonesia yang berperan dalam proses pembelajaran bahasa Inggris di kelas.
Language error is one of deviations that reflects the competence of the language learners. This study aimed to identify the forms of the errors of English personal pronouns by Madurese native speakers and explain the causes of these errors. Researcher used two theoretical bases, namely error analysis and pronoun. The data were collected by interviewing the research respondents, and asking them to tell a story based on a picture book. A total of 66 statements related to motivation and language attitudes were also disseminated in the form of questionnaires to the research respondents. The data were then analyzed by comparative and distributional method. The results showed that there were 17 mistakes on the nominative case or 5.07%, 21 mistakes on the accusative case or 47.73%, 8 mistakes on the genitive case or 2.5%, 4 mistakes on the number, and 13 mistakes on the gender or 20.31%. In addition, the factors that affect the errors of English personal pronouns by Madurese native speakers are intralingual, interlingual, and extralingual factors. The intralingual factor consists of excessive generalization strategy, system simplification, and misplacement; the interlingual factor consists of differences in the personal peronoun system of English and Madurese; and the extralingual factors result motivations that drive learners to learn English are extrinsic and instrumental motivation. Meanwhile, the form of attitude output based on affective, cognitive, and conative responses of this research is positive. The respondents are fond of and interested in English and learning English, believe that English is important, and will tend to try to improve their English skills. However, the positive attitude is decreased if there is an Indonesian that plays a role in the process of learning English in the classroom.
Kata Kunci : Analisis Kesalahan, Penutur Bahasa Madura, Pronomina Bahasa Inggris, Pronomina Persona