Laporkan Masalah

ANALISIS MATEMATIS PENGARUH VARIASI SUHU RUANG TERHADAP JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus), JAMUR KUPING(Auricularia), dan JAMUR SHIITAKE (Lentinula edodes).

PURBA ADI HAPSARA, Dr. Ir. Nursigit Bintoro, M.Sc. ; Yudha Dwi Prasetyatama, S.T., M.Eng

2018 | Skripsi | S1 TEKNIK PERTANIAN

Jamur dewasa ini telah menjadi salah satu komoditi yang unggul di pasar akibat dari meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan. Kebutuhan pasar akan jamur yang semakin meningkat tidak sebanding dengan produksinya yang hanya dapat dilakukan di dataran tinggi. Potensi pasar yang besar mendorong para petani jamur untuk melakukan budidaya di dataran rendah dengan rekayasa lingkungan pertumbuhan jamur. Rekayasa lingkungan pertumbuhan yang dilakukan belum maksimal dikarenakan rekayasa yang dilakukan sangat sederhana sehingga dirasa sulit untuk menjaga suhu dan kelembaban pertumbuhan jamur dalam keadaan konstan. Keadaan konstan suhu dan kelembaban ruangan dapat dicapai menggunakan alat yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan evaporative cooler dan air conditioner pada ruangan pertumbuhan jamur dengan dimensi 3 x 1,5 x 2,2 m serta mengetahui pengaruh suhu dan kelembaban terhadap pertumbuhan jamur. Penelitian dilakukan dengan melakukan uji performa evaporative cooler dan air conditioner yang kemudian diaplikasikan pada ruangan pertumbuhan jamur. Sedangkan untuk mengetahui pengaruh suhu dan kelembaban ruangan pertumbuhan dilakukan dengan pengukuran penuruan berat baglog, pertambahan diameter tudung jamur, dan pertambahan tinggi jamur pada 3 varietas jamur yaitu jamur tiram putih, jamur kuping, dan jamur shiitake. Dari penelitian ini didapatkan hasil evaporative cooler dan air conditioner mampu menciptakan suhu dan kelembaban yang homogen dan konstan. Pertumbuhan optimal jamur tiram putih pada suhu 22 Celcius dengan RH 90%, jamur kuping pada suhu 22 Celcius dengan RH 90%, sedangkan pada jamur shiitake pada suhu 20 Celcius dengan RH 90%.

Today's fungus has become one of the superior commodities in the market due to the increasing public awareness of health. The growing market demand for mushrooms is not worth the production that can only be done in the highlands. The large market potential encourages the mushroom farmers to cultivate in the lowlands by fungus-growing environmental engineering. Environmental engineering growth has not been maximized because the engineering is very simple so it is difficult to maintain the temperature and humidity of the fungus growth in a constant state. The constant state of temperature and humidity of the room can be achieved using tools that can be encountered in everyday life. This study aims to apply the evaporative cooler and air conditioner in the mushroom growth room with dimensions of 3 x 1.5 x 2.2 m and determine the effect of temperature and humidity on fungal growth. The research was conducted by conducting performance test of evaporative cooler and air conditioner which was then applied to the growth room of mushroom. Whereas to determine the effect of room temperature and humidity growth was carried out by measuring baglog weight, increasing the diameter of the mushroom hood, and increasing the height of fungi on 3 mushroom varieties, namely white oyster mushroom, ear mushroom, and shiitake mushroom. From this research, the result of evaporative cooler and air conditioner able to create homogeneous and constant temperature and humidity. Optimal growth of white oyster mushrooms at a temperature of 22 Celcius with 90% RH, ear mushrooms at a temperature of 22 Celcius with RH of 90%, whereas in shiitake mushrooms at a temperature of 20 Celcius with RH of 90%.

Kata Kunci : Jamur tiram, Jamur kuping, Jamur shiitake, Suhu pertumbuhan, Kelembaban pertumbuhan, Evaporative Cooler, Air Conditioner.

  1. S1-2018-369333-abstract.pdf  
  2. S1-2018-369333-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-369333-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-369333-title.pdf