Laporkan Masalah

Keanekaragaman jenis serangga Gua Seplawan, Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah

AGIS RAYANDARI, Drs. Ignatius Sudaryadi, M.Kes.

2018 | Skripsi | BIOLOGI

Gua Seplawan merupakan salah satu gua karst yang berada di daerah Kaligesing, Purworejo. Gua Seplawan terbagi menjadi dua jalur, yaitu jalur wisata dan jalur bukan wisata. Lingkungan gua dalam zona gelap biasanya memiliki fluktuasi suhu, cahaya, dan kelembaban yang stabil. Namun area yang menjadi jalur wisata kemungkinan menjadikan terjadinya fluktuasi suhu, cahaya, dan kelembaban, hal ini dapat mempengaruhi kehidupan biota gua yang berada didalamnya. Entomologi sebagai ilmu yang membahas mengenai fase kehidupan dari serangga, dimana serangga sebagai penyusun terbesar biota gua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis serangga baik pada jalur wisata maupun pada jalur bukan wisata. Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus-Oktober 2016 dengan pengambilan data sebanyak 3 kali. Penelitian ini dilakukan dengan pembuatan plot pada gua. Plot yang dibuat berjarak 40 meter mulai dari zona terang gua (entrance) sampai dengan ujung lorong gua. Plot dibagi menjadi dua jalur, yaitu pada plot 1, 2, 3, 4, 12, 13, 14, 15, dan 16 merupakan plot yang berada di jalur wisata, sedangkan plot 5 sampai plot 11 merupakan plot yang berada di lorong bukan wisata. Pendataan jumlah dan jenis serangga yang ditemukan dilakukan dalam setiap plotnya, begitu pula dengan pengambilan data parameter lingkungan. Hasil yang didapatkan menunjukan keanekaragaman jenis serangga Gua Seplawan termasuk rendah dengan nilai H aksen 0.1145. Kelimpahan serangga yang ditemukan pada jalur bukan wisata lebih banyak daripada jalur wisata. dan jenis serangga yang ditemukan adalah Rhaphidophora sp., Platyvelia sp., dan Pterostichus sp. Rhaphidophora sp. merupakan jenis serangga yang paling banyak ditemukan baik pada jalur wisata maupun pada jalur bukan wisata

Cave Seplawan is one of the karst caves located in Kaligesing, Purworejo. Cave Seplawan is divided into two paths, namely tourist path and non-tourist path.The Caves environment in the dark zone usually has relatively stable temperature, light, and humidity. However, in contrast the areas that are categorized as the tourist path have high fluctuation in terms of the temperature, light, and humidity of which could affect the life of the biota that reside inside it. Entomology as a science that discusses the life phase of insects in which insects as the most composition of cave biota takes an interest to conduct research in this area. This study aims to determine the diversity of insects both on the tourist path and on the non-tourist path. This research was conducted in August - October 2016 with data acquisition collected three times. This research was permormed by creating plots in the cave. The plots that were made have a distance of 40 meters, starting from the light zone cave (entrance) up to the end of the cave passage. The plots were divided into two lanes, plot 1, 2, 3, 4, 12, 13, 14, 15, and 16 are plots located on the tourist path, whereas plot 5 to plot 11 were plots located on the non-tourist path. The data collection the number of insects and its type of species found were recorded in each plot, including the environmental parameters on the respective location. The results obtained shows that Cave Seplawan is classified as the area with low diversity of insects, having the value of H '0.1145. Specifically, the abundance of insects found in non-tourist path is more than in the tourist path. In fact, the species of the insects discovered Rhaphidophora sp., Platyvelia sp., and Pterostichus sp. Moreover, Rhaphidophora sp. is a type of insects that are most commonly found both on the tourist path and on non-tourist path.

Kata Kunci : Serangga gua, Gua Seplawan, jalur wisata, jalur bukan wisata/Caves insects, Cave Seplawan, tourist path, non-tourist path

  1. S1-2018-316202-abstract.pdf  
  2. S1-2018-316202-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-316202-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-316202-title.pdf