Agrowisata Kampung Flory Sebagai Wujud Keberdayaan Masyarakat (Studi di Kampung Flory Desa Tridadi, Sleman, Sleman, D.I. Yogyakarta)
ANINDYA NURANI M S, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si.
2018 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAANSalah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi masalah kemiskinan dan ketimpangan di Indonesia adalah melalui pariwisata. Dewasa ini, pariwisata tidak hanya dapat dinikmati oleh golongan menengah ke atas, namun telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kebutuhan hidup setiap manusia. Berdasarkan jumlah kunjungan dan pendapatan devisa yang diperoleh dari sektor pariwisata, Indonesia berhasil menduduki peringkat 9 di kawasan Asia-Pasifik pada tahun 2009. Hal ini dapat menjadi indikator keberhasilan berbagai langkah kebijakan dan program terkait dengan bidang pariwisata. Keberhasilan pengembangan pariwisata diharapkan mampu memunculkan praktik-praktik pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan potensi pariwisata yang telah dimiliki masing-masing daerah. Hal ini akan berdampak pada peningkatan kondisi ekonomi dan sosial masyarakat. Potensi pariwisata yang dikembangkan tidak hanya mampu menggerakkan roda perekonomian, namun juga dapat memperbaiki kondisi sosial masyarakat. Interaksi yang terjadi melalui pengunjung mampu memperluas wawasan dan relasi sosial yang juga merupakan dampak dari adanya pengembangan pariwisata di daerah terkait. Penelitian yang dilakukan menggunakan beberapa konsep pemberdayaan masyarakat, khususnya pemberdayaan masyarakat berbasis agrowisata. Selain itu, konsep gerakan sosial baru juga ditambahkan mengikuti temuan di lapangan dimana aksi kolektif yang ada dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat lebih mengacu kepada wujud keberdayaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Informan yang didapatkan adalah 12 orang yang dikategorikan menjadi tiga bagian, yaitu aktor penggagas, masyarakat yang terlibat atau penerima manfaat, dan masyarakat yang berada di sekitar kawasan agrowisata. Penentuan informan menggunakan purposive sampling yang berfungsi untuk memperoleh data secara lengkap dari setiap sudut pandang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan cara observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Kampung Flory menggunakan pendekatan pemberdayaan yang lebih bersifat pada swadaya masyarakat. Wujud keberdayaan masyarakat yang dimaksud dapat dilihat dari terbentuknya Kampung Flory sebagai sebuah hasil dari proses kemandirian masyarakat, khususnya masyarakat Dusun Jugang. Proses kemandirian masyarakat ini berawal dari gagasan seorang warga yang bergerak bersama masyarakat Dusun Jugang dengan memanfaatkan modal sosial yang dimiliki hingga dapat mewujudkan Kampung Flory. Hal ini dapat terwujud karena adanya sinergi antara masyarakat dengan pemerintah yang turut membantu dalam penyediaan aset dan akse. Proses kemandirian masyarakat dalam mewujudkan Kampung Flory ini cukup identik dengan konsep pemberdayaan dan gerakan sosial baru. Keberadaan Kampung Flory juga memberikan dampak ekonomi dan dampak sosial bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya.
One of the efforts that has been made by the goverment to overcome poverty and imbalance in Indonesia is thourgh tourism. Nowdays, tourism is not only can be enjoyed by middle-class and higher class society, but also has been an integral part of the needs of every human life. Based on the number of visits and the earnings from foreign exchange derived from tourism, Indonesia has been ranked 9th in Asia-Pacific in 2009. It can be considered as an indicator of the successful various policies and programs related to tourism. The successful develompment of tourism is expected to generate community empowerment practices using the potential tourism owned by every area. This will make an impact on the development of economical and social condition of the society. The developed potential will not only increas the economical condition, but also will increase the social condition within the society. The interactions that accur from the visitors will be able to boarden the knowledge and social relation, in which also as the impact of the development in related areas. The research is conducted by using several concepts of society empowerment, especially society-based agrotourism. In addition the concept of a new social movement is also incuded following the findings from the field where the collective action existing in society empowerment activities reverse more to the form of society empowerment. This research uses a qualitative method. The informans obtained are 12 people who are categorized into three parts, namly the inisiators, the society involved or the beneficiaries, and the people around the agrotourism area. The informans are determines by using puposive samplin that serves to obtain complete data from every point of view. The data collection in this research used observation, in-depth interview, and documentation. The results of this research show that Kampung Flory employs an empowerment approach more into society self-help. The form of society empowerment can be seen from the formation of Kampung Flory as a result of the process of the independence within its society, especially the people of Dusun Jugang. This process of society independence begins with the idea of one citizen who works with the people of Dusun Jugang by utilizing the social capital owned as a realization of the Kampung Flory. This can be realized because of the synergy between the community and the goverment that helped in the provision of assets and access. The process of society independence in realizing Kampung Flory is quite synonymous with the concept of empowerment and new social movement. The existence of Kampung Flory also gives economic impact and social impact to the life of the surrounding society.
Kata Kunci : pemberdayaan masyarakat, agrowisata, gerakan sosial baru, dampak ekonomi, dampak sosial, community empowerment, agrotourism, new social movement, economic impact, social impact