Laporkan Masalah

IDENTITAS DAN KEDUDUKAN PEREMPUAN JAWA DALAM BUKU KUASA WANITA JAWA KARYA HANDAYANI DAN NOVIANTO DITINJAU DARI FEMINISME EKSISTENSIALIS SIMONE DE BEAUVOIR

VIO ROSARIO PASCALIS, Dr. Septiana Dwiputri Maharani; Dr. Hastanti Widy Nugroho

2018 | Skripsi | S1 FILSAFAT

Penelitian ini berangkat dari identitas perempuan jawa yang berubah. Perubahan identitas tersebut nampak pada penggunaan identitas atau nama dari laki-laki sebagai suami yang digunakan pada perempuan. Fenomena tersebut diterima begitu saja oleh masyarakat dan menjadi sebuah kebiasaan. Penelitian ini mengkaji identitas perempuan dalam kultur jawa yang terdapat pada buku Kuasa Wanita Jawa karya Handayani. Konsep tersebut kemudian dianalisis dan ditegaskan oleh feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif mengenai fenomena yang terjadi di masyarakat jawa. Data kualitatif diolah dari pustaka-pustaka, literatur, dan observasi secara langsung. Data-data tersebut kemudian disusun sehingga ditarik benang merah dari fenomena yang akan diteliti. Kemudian data tersebut dianalisis menggunakan teori feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir. Datadata tersebut dikumpulkan, diklasifikasikan, dan dianalisis oleh peneliti. Kemudian peneliti mengambil kesimpulan. Hasil penelitian tersebut berupa deskripsi, kesinambungan historis, dan interpretasi. Kesimpulan yang dihasilkan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kedudukan perempuan dalam budaya jawa. Kemudian menganalisis dan menegaskan kedudukan perempuan tersebut dengan sudut pandang feminisme eksistensialis sehingga menghasilkan pengertian kekuatan perempuan jawa. Hasil yang dicapai adalah mengetahui kekuatan, identitas dan kedudukan perempuan di balik konsep-konsep dalam kultur jawa.

This research departs from the changing identity of Javanese women. This change of identity appears in the use of the identity or the name of the male as the husband used in women. This phenomenon is taken for granted by the community and becomes a habit. This study examines the identity of women in Javanese culture which is contained in Handayani Jaya Wanita Jawa Handbook. The concept is then analyzed and affirmed by existentialist feminism Simone de Beauvoir. This research is a qualitative research about the phenomenon that occurs in Java society. Qualitative data is processed from literature, literature, and observation directly. The data are then compiled so that drawn the red thread of the phenomenon to be studied. Then the data is analyzed using the theory of existentialist feminism Simone de Beauvoir. The data are collected, classified, and analyzed by the researcher. Then the researchers took the conclusion. The results are descriptions, historical continuity, and interpretation. The conclusion of this research is to describe the position of women in Javanese culture. Then analyze and affirm the position of women with the viewpoint of existentialist feminism so as to produce a sense of power of women of Java. The result is to know the strength, identity and position of women behind the concepts in Javanese culture.

Kata Kunci : Identitas Perempuan Jawa, Feminisme Eksistensialis, Kultur Jawa, Javanese Female Identity, Existentialist Feminism, Javanese Culture

  1. S1-2018-347678-abstract.pdf  
  2. S1-2018-347678-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-347678-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-347678-title.pdf