ANALISIS PENGARUH CORRUGATED SLABS PRACETAK DENGAN CONCRETE TOPPING SEBAGAI DIAFRAGMA TERHADAP PERILAKU DINAMIK STRUKTUR
HELMI ZAKARIA, Prof. Ir. Iman Satyarno, ME., Ph.D.
2018 | Skripsi | S1 TEKNIK SIPILGaya gempa pada bangunan gedung akan bekerja sebagai gaya horizontal. Gaya dapat diteruskan kepada elemen struktur vertikal melalui diafragma berupa pelat lantai dan atap. Pada pelat lantai pracetak diperlukan concrete topping agar diapraghm action dapat tercapai. Namun pemberian concrete topping dapat mempengaruhi kekakuan dan massa struktur, sehingga akan mempengaruhi perilaku dinamiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku dinamik struktur akibat penggunaan concrete topping dan menghitung kebutuhan tulangan balok kord dan sambungan geser friksi antara concrete topping dan dinding geser akibat gaya tarik, tekan dan geser yang terjadi akibat diaphragm action. Tipe pelat lantai yang ditinjau sebagai diafragma adalah corrugated slabs yang diterapkan pada bangunan Gedung Rumah Susun 21 lantai. Untuk mengetahui perbandingan perilaku dinamik struktur, digunakan 2 model gedung. Pada model pertama, corrugated slabs tidak menggunakan concrete topping. Sedangkan pada model kedua, corrugated slabs menggunakan concrete topping. Analisis dan pemodelan dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SAP2000. Pedoman yang digunakan dalam analisis meliputi SNI 1726:2012 tentang perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung, SNI 1727:2013 tentang beban minimum untuk perancangan bangunan gedung dan SNI 2847:2013 tentang persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung. Hasil analisis menunjukkan bahwa concrete topping dapat mempengaruhi kekakuan struktur. Hal ini terbukti dari nilai periode struktur, simpangan antar lantai dan defleksi diafragma pada model 2 lebih kecil daripada model 1. Selain itu, concrete topping dapat mempengaruhi ketidakberaturan torsional pada struktur dimana model 1 mengalami ketidakberaturan torsional, sedangkan model 2 tidak mengalami ketidakberaturan torsional.
Horizontal forces due to earthquake can be transfered to the vertical element by floor and roof diaphragm. In precast slabs, concrete topping is required to achieve diaphragm action. However, the use of concrete topping increases the mass and stiffness of the structure. So that, thus affect the dynamic behaviour of structure. The aim of this research is to find out the effect of concrete topping to dynamic behaviour of structure, calculate chord beam reinforcement and shear-friction reinforcement at concrete topping and shear wall connections. The reinforcement is designed to accommodate the shear force, compression and tension stress resulting from diaphragm action. Type of floor slabs were used as diaphragm in this research is corrugated slabs that were applied to a 21-story building. Two models of building were used to compare the dynamic behaviour of structure. Corrugated slabs were modelled without concrete topping (1st model) and with concrete topping (2nd model). Analysis and modelling were done using SAP2000. Guidelines referred in the analysis includes SNI 1726:2012 (earthquake resistance design of building structures), SNI 1727:2013 (minimum loads for building design) and SNI 2847:2013 (structural concrete requirements for building). The results of analysis show that concrete topping can affect the stiffness of the structure. This is proven from the value of the period of structure, inter-story drift, and diaphragm deflection in 2nd model is smaller than the 1st model. In addition, concrete topping can affect torsional irregularities in the structure where torsional irregularity occurs in 1st model, while model 2 does not experience torsional irregularities.
Kata Kunci : Analisis dinamik struktur, pelat lantai pracetak, diafragma, SAP2000