Laporkan Masalah

PENERAPAN KEBIJAKAN ABENOMICS PASCA KEMENANGAN LIBERAL DEMOCRATIC PARTY DI PEMILU JEPANG TAHUN 2013

FIDEL M.P. SIMANJUNTAK, Dra. Siti Daulah Khoiriati, M.A.

2018 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Jepang memasuki periode stagnasi ekonomi pada tahun 1990an, pemulihan dan stabilitas ekonomi dilaksanakan tahun 2000an. Ketahanan Jepang kembali diuji pasca terjadi tsunami dan bencana Fukushima. Meskipun demikian, Jepang mampu mencapai predikat sebagai Negara dengan ekonomi terbesar ketiga setelah US dan China dengan pertumbuhan tahun 2001-2010 melebihi Eropa dan US. Pemerintah Jepang menerapkan kebijakan Abenomics dan mampu menstimulasi ekonomi melalui strategi agresif yang memfokuskan pada kebijakan fiscal, kebijakan moneter dan investasi pada sektor privat sehingga Jepang meraih ranking sebagai Negara dengan kemajuan ekonomi tertinggi ke 6 dunia. Tiga anak panah Abenomics membidik tareget inflasi 2%, stimulus fiskal yaitu pemerintah membuat penawaran agresif untuk mendukung pertumbuhan kerjasama jangka pendek dan reformasi kebijakan untuk mempromosikan investasi luar negri ke Jepang untuk mendapatkan keuntungan kompetitif di pasar dunia. Dalam implementasi Abenomics tentunya terdapat tantangan dan peluang. Tantangan Abenomics meliputi turbulensi bursa, merosotnya kepercayaan konsumen Jepang akibat perlambatan pertumbuhan pendapatan dan kenaikan harga-harga, kondisi structural domestic dan situasi regional yang tidak sepenuhnya mendukung implementasi kebijakan yang hendak diterapkan/ populasi warga Jepang yang produktif semakin menurun sementara yang tua harus bertambah. Peluang Abenomics adalah administrasi Abe mampu mengintensifkan tekanan bahkan menyarankan adanya perubahan Undang-Undang Bank of Japan untuk menghapus independensi hokum BOJ, meningkatkan belanja pemerintah. Pemerintah Abe dengan cepat mengumpulkan anggaran tambahan untuk tahun fiskal 2012 (April 2012 sampai Maret 2013) dan mengirimkannya ke Diet pada tanggal 15 Januari 2013.

Jepang memasuki periode stagnasi ekonomi pada tahun 1990an, pemulihan dan stabilitas ekonomi dilaksanakan tahun 2000an. Ketahanan Jepang kembali diuji pasca terjadi tsunami dan bencana Fukushima. Meskipun demikian, Jepang mampu mencapai predikat sebagai Negara dengan ekonomi terbesar ketiga setelah US dan China dengan pertumbuhan tahun 2001-2010 melebihi Eropa dan US. Pemerintah Jepang menerapkan kebijakan Abenomics dan mampu menstimulasi ekonomi melalui strategi agresif yang memfokuskan pada kebijakan fiscal, kebijakan moneter dan investasi pada sektor privat sehingga Jepang meraih ranking sebagai Negara dengan kemajuan ekonomi tertinggi ke 6 dunia. Tiga anak panah Abenomics membidik tareget inflasi 2%, stimulus fiskal yaitu pemerintah membuat penawaran agresif untuk mendukung pertumbuhan kerjasama jangka pendek dan reformasi kebijakan untuk mempromosikan investasi luar negri ke Jepang untuk mendapatkan keuntungan kompetitif di pasar dunia. Dalam implementasi Abenomics tentunya terdapat tantangan dan peluang. Tantangan Abenomics meliputi turbulensi bursa, merosotnya kepercayaan konsumen Jepang akibat perlambatan pertumbuhan pendapatan dan kenaikan harga-harga, kondisi structural domestic dan situasi regional yang tidak sepenuhnya mendukung implementasi kebijakan yang hendak diterapkan/ populasi warga Jepang yang produktif semakin menurun sementara yang tua harus bertambah. Peluang Abenomics adalah administrasi Abe mampu mengintensifkan tekanan bahkan menyarankan adanya perubahan Undang-Undang Bank of Japan untuk menghapus independensi hokum BOJ, meningkatkan belanja pemerintah. Pemerintah Abe dengan cepat mengumpulkan anggaran tambahan untuk tahun fiskal 2012 (April 2012 sampai Maret 2013) dan mengirimkannya ke Diet pada tanggal 15 Januari 2013.

Kata Kunci : Perekonomian Jepang, abenomics, jepang, ekonomi, peluang abenomics, tantangan abenomics

  1. S1-2018-300031-abstract.pdf  
  2. S1-2018-300031-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-300031-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-300031-title.pdf