Pemetaan Tingkat Potensi Ancaman Perambahan di Sebagian Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi
ARINALHAQ, Totok Wahyu Wibowo, S.Si., M.Sc.
2018 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIKawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) memiliki ragam potensi keunikan baik dari aspek keanekaragaman hayati, keunikan alam, budaya dan sosial ekonomi sehingga keberadaan kawasan ini penting dalam menciptakan dan menetapkan hubungan yang berkelanjutan antara manusia dan lingkungan alamnya. Kawasan TNGM yang dipilih untuk penelitian berada di Daerah Istimewa Yogyakarta yang mencakup 7 kelurahan (Girikerto, Wonokerto, Purwobinangun, Hargobinangun, Umbulharjo, Kepuharjo, dan Glagaharjo) karena kawasan ini memiliki kawasan hutan yang masih cukup baik namun kegiatan masyarakat yang berjalan intens di sekitar kawasan dapat mengancam keutuhannya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis data spasial dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis untuk penyusunan peta tingkat potensi perambahan serta mengetahui distribusi wilayah yang perlu disarankan dilakukannya tindakan pengawasan. Potensi ancaman perambahan disusun berdasarkan parameter ketinggian tempat, kemiringan lereng, jarak jaringan jalan, jarak jaringan sungai, jarak penggunaan lahan, dan jarak permukiman. Proses analisis yang digunakan adalah analisis tumpang susun semua parameter dengan menggunakan metode kuantitatif berjenjang tertimbang. Peta tingkat potensi ancaman perambahan tersebut dapat dilakukan analisis tumpang susun kembali dengan peta zonasi kawasan sehingga menghasilkan peta rekomendasi tindakan pengawasan. Hasil dari peta tingkat potensi ancaman perambahan menunjukkan tingkatan potensi yang dibagi menjadi 5 kelas yaitu tingkat potensi tinggi dengan luas sebesar 307.98 ha, tingkat potensi agak tinggi dengan luas 420.56 ha, tingkat potensi sedang memiliki luas 540.49 ha, tingkat potensi agak rendah memiliki luas 321.36 ha, dan tingkat potensi rendah dengan luas sebesar 457.19 ha. Berdasarkan hasil peta ini, dapat dianalisis menjadi peta rekomendasi tindakan pengawasan dengan hasil yang menunjukkan sebaran wilayah yang disarankan untuk diawasi dengan luasan sebesar 1194.71 ha atau 58.35 % dari total luas daerah penelitian. Wilayah ini memiliki nilai potensi ancaman perambahan yang relatif tinggi yang sebagian besar terletak pada bagian selatan kawasan TNGM tepatnya berada dekat dengan batas kawasan yang masih memiliki pengaruh dari aktivitas masyarakat desa.
Mount Merapi National Park Area has a various range of unique potentials biodiversity, natural uniqueness, culture and socioeconomic aspects so that the existence of this area is important in creating and establishing a sustainable relationship between humans and their natural environment. The area of Mount Merapi National Park, which is selected for this study, is located in the Special Region of Yogyakarta which covers 7 sub-districts (Girikerto, Wonokerto, Purwobinangun, Hargobinangun, Umbulharjo, Kepuharjo, and Glagaharjo) because this area has a forest that is still quite good but the intensity of community activities around the area can be threatening it is wholeness. The purpose of this study are analyze the spatial data by Geographic Information System for the preparation of the potential level of encroachment map and determining the distribution of the suggested area that need to be advised by the conduct of supervision. The potential threat of encroachment is based on the parameters of elevation, slope, distance of road network, distance of river network, distance of land use, and settlements distance. The analysis process used is the analysis of overlapping all parameters by using weighted tiered quantitative method. The potential threat level of encroachment map can be analyzed overlapping with the zoning map of the area to produce a recommendation map of the supervisory action. The result of the potential threat level of encroachment map shows the potential level which is divided into 5 classes, namely high potential level with an area of 307.98 ha, a moderately high potential level of 420.56 ha, medium potential level of 540.49 ha, a moderately low potential level of 321.36 ha and low potential level of 457.19 ha. Based on the result of this map can be analyzed to be recommendation map of the supervisory action with the result that shows the suggested area distribution to be supervised with an area of 1194.71 ha or 58.35% of the total area of study area. This area has a relatively high potential threat of encroachment which is mostly located in the southern part of Mount Merapi National Park Area, precisely close to the boundary of the area that still has the influence of villagers activities.
Kata Kunci : Potensi Ancaman Perambahan, Sistem Informasi Geografis, Analisis Tumpang Susun