Laporkan Masalah

Kamuflase dan strategi antipredasi pada Kepiting Hantu (Ocypode Weber, 1795) di Pantai Congot, Kulonprogo, Yogyakarta

EKA MULIA PRATIWI, Susilohadi, S.Si., M.Si., Ph.D

2018 | Skripsi | S1 BIOLOGI

Antipredasi merupakan salah satu jenis adaptasi yang dilakukan oleh hewan mangsa dalam menghadapi predator, baik menghindar maupun melawan. Strategi antipredasi yang paling sering dilakukan oleh beberapa hewan adalah dengan mengelabui predator, salah satunya dengan melakukan kamuflase. Pada Kepiting Hantu kamuflase yang dilakukan menggunakan teknik background matching, yang mengubah warna tubuhnya dan mencocokkannya dengan warna lingkungan (latar belakang) Kepiting Hantu dengan cara menyesuaikan konsentrasi dan penyebaran pigmen dalam kromatofor dalam tubuhnya (Davies, 2013). Selain melakukan kamuflase, kepiting hantu juga membuat liang sebagai tempat untuk menghindar dari predator. Dengan adanya referensi mengenai kamuflase dan strategi antipredasi pada Kepiting Hantu (Ocypode), perlu dilakukan penelitian yang mengkaji perilaku strategi antipredasi yang meliputi kamuflase dan arsitektur liang kepiting hantu yang ada di Pantai Congot, Kulonprogo, Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengambilan data potret cahaya tampak menggunakan foto Ocypode dan lingkungannya untuk menganalisa nilai RGB, lalu membandingkan komposisi RGB pada spesimen dan lingkungannya dengan indeks Euclidean Distance. Selain itu juga dilakukan pengambilan data arsitektur liang menggunakan gypsum bubuk yang dicampur dengan air lalu dibiarkan hingga kering dan kemudian hasil cetakan tersebut diukur dan dianalisis. Hasil yang diperoleh antara lain, nilai Euclidean Distance sebesar 0.12 yang mengindikasikan bahwa warna pada karapaks sudah sesuai dengan warna lingkungannya. Selanjutnya diperoleh 29 cetakan arsitektur liang yang terdiri dari 20 tipe I-shape, 2 tipe J-shape, 2 tipe L-shape, 1 tipe spiral, 3 tipe Y-shape, dan 1 tipe kompleks.

Antipredation is one type of adaptation done by prey animals in the face of predators, both avoid and fight. The antipredation strategy most often done by some animals is to trick predators, one of them by camouflage. In the camouflaged ghost crabs performed using background matching techniques, which alter their body colors and match them to the color of their environment by adjusting the concentration and dispersal of pigment in the chromatophore (Davies, 2013). In addition to camouflage, ghost crabs also make the hole as a hiding place from predators. With reference to camouflage and antipredation strategies on Ghost Crabs (Ocypode), It is necessary to conduct a study that examines the behavior of antipredation strategies that include camouflage and architecture of ghost crab burrows in Congot Beach, Kulonprogo, Yogyakarta. The method used in this research includes taking visible light portrait data using Ocypode and its environment to analyze the RGB value, then compare the RGB composition to the specimen and its environment with the Euclidean Distance index. In addition, data collection of burrow architecture using powder gypsum was sterilized with water and then allowed to dry and then the result of the mold is measured and analyzed. The results obtained, among others, the value of Euclidian Distance of 0.12 which indicates that the color on the carapaks are in accordance with the color of the environment. Furthermore, there were 29 cast of burrow architecture consisting of 20 I-shapes, 2 J-shapes, 2 L-shapes, 1 spiral 3 Y-shape, and 1 complex form.

Kata Kunci : Antipredasi, Kamuflase, Ocypode, Euclidian Distance, Arsitektur Liang

  1. S1-2018-369154-abstract.pdf  
  2. S1-2018-369154-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-369154-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-369154-title.pdf