PENAKSIRAN KESESUAIAN LAHAN DAN KENYAMANAN TERMAL DI KAWASAN KRAKAL, KABUPATEN GUNUNGKIDUL UNTUK OPTIMALISASI PARIWISATA
ATIK FAUZIA, Prof. Dr. Sunarto, M.S.
2018 | Skripsi | S1 GEOGRAFI LINGKUNGANPantai Krakal telah lama menjadi primadona destinasi wisata di Kabupaten Gunungkidul. Saat ini, pengelolaan dan pengembangan Pantai Krakal terintegrasi dengan Pantai Sarangan dan Pantai Slili menjadi satu kawasan. Sebagai langkah optimalisasi pengembangan kawasan, perlu memperhatikan dua aspek yaitu aspek fisik yang meliputi penilaian kesesuaian lahan untuk wisata pantai serta aspek kenyamanan wisatawan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan wisata pantai kategori rekreasi, kelas kenyamanan termal, dan kebisingan di Kawasan Krakal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan purposive sampling sebagai metode pengambilan sampel. Pemilihan sampel didasarkan pada konsentrasi wisatawan yang tidak hanya terdapat di public beach, namun juga di bukit karst, kompleks warung kuliner dan penginapan, tetenger buatan (artificial landmark), serta plasa (open space). Berdasarkan perhitungan matriks kesesuaian lahan, nilai Indeks Kesesuaian Wisata untuk Pantai Sarangan, Krakal, dan Slili mencapai 83,3% yang menunjukkan bahwa Kawasan Krakal tergolong sangat sesuai (S1) untuk kegiatan wisata pantai kategori rekreasi. Namun, berdasarkan nilai Thermal Humidity Index (THI) harian, seluruh titik pengukuran di Kawasan Krakal memiliki THI diatas 27 sehingga tidak nyaman secara termal. Public beach di Pantai Krakal dan Pantai Slili, merupakan lokasi yang bising dengan tingkat kebisingan di atas 70 dB yang merupakan ambang batas tempat rekreasi. Oleh karena itu, perlu upaya untuk meningkatkan kenyamanan termal dan meminimalisasi kebisingan melalui tata hijau kawasan dan penambahan amenitas untuk menunjang kenyamanan wisatawan.
Krakal Beach has been well-known as one of tourist destination in Gunungkidul Regency. Nowdays, the management of Pantai Krakal is integrated with Sarangan Beach and Slili Beach in one area. The optimalization of Krakal Area for tourism development should consider two aspect both physically aspect and tourist comfort. This research aims to know the class of land suitability for recreational activity, the thermal comfort level, and the noise level in Krakal Area. The research method was descriptive qualitative by means of purposive sampling. The sampling was based on the tourist concentration, not only in public beach but also in karst hill, culinary and lodging complex, artificial landmark, and plaza (open space). Based on the calculation of land suitability matrix, the value of Tourism Suitability Index for Sarangan Beach, Krakal, and Slili reached 83,3%. It showed that Krakal Area was classified as very suitable (S1) for recreational activity in beach tourism. However, based on the daily Thermal Humidity Index (THI) value, all points of measurement in the Krakal Area had THI above 27 which indicated that Krakal Area was not convenient for tourists. Moreover, based on the measurement of noise intensity, public beach at Krakal Beach and Slili Beach were noisy because they had noise level above 70 dB which was the threshold of recreation place. Therefore, it is necessary to increase thermal comfort and minimize noise by arranging the vegetation and amenities in Krakal Area in order to enhance the comfort for the tourist.
Kata Kunci : tourism, Krakal Beach Area, land suitability, thermal comfort, noise