PENGARUH VARIASI TEMPERATUR TEMPERING TERHADAP OPTIMALISASI SIFAT MEKANIK DAN SIFAT FISIS PADA BAJA PADUAN MANGAN
SARI TRI S, Widya setiawan, S.T., M.T. ; Benidiktus Tulung P., S.T., M.T. ; Nugroho Santoso, S.T., M.Eng. ; Handoko, S.T., M.T
2018 | Tugas Akhir | D3 TEKNIK MESININTISARI Secara umum penggunaaan baja paduan sangat luas didalam industri, khususnya industri kereta api. Salah satu penggunaan baja paduan pada komponen kereta api adalah untuk knuckle yang terbuat dari baja paduan mangan dengan standar AAR M-201 Grade E yang diproduksi oleh PT Barata Indonesia. Knuckle digunakan untuk menyambung dua gerbong kereta. PT Barata Indonesia selalu melakukan perbaikan agar knuckle memiliki sifat mekanis yang sesuai standarnya yaitu AAR Grade E. Penelitian ini membahas tentang pengaruh variasi temperatur pada perlakuan panas terhadap sifat mekanis dan struktur mikro baja paduan mangan dengan kode AAR M-201 Grade E. Pada penelitian ini dilakukan perlakuan panas quenching temperatur 930ºC dengan waktu penahanan tiga jam, kemudian dilanjutkan variasi temperatur tempering 450ºC, 500ºC, dan 550ºC dengan waktu penahanan selama dua jam untuk mendapatkan baja paduan yang memiliki sifat mekanis sesuai standar. Hasil dari perlakuan panas tersebut akan dianalisa mengenai kekuatan tarik, kekerasan, dan sifat fisis apakah sudah sesuai standar AAR M-201 Grade E atau belum. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada baja paduan mangan untuk mengetahui pengaruh perlakuan panas tempering variasi temperatur terhadap optimalisasi sifat mekanis dan perubahan struktur mikro, keduanya mempunyai hubungan yang berkaitan. Sifat mekanis yang optimal pada saat diberi perlakuan panas quenching 930ºC kemudian tempering 450ºC menghasilkan kekuatan tarik maksimum 1044 MPa dan nilai kekerasan 295,04 HB dengan didukung struktur perlit yang mulai menyebar di sekitar ferit sudah sesuai dengan standar AAR M-201 Grade E.
ABSTRACT In the generally use alloy steel is very wide in the industrial, especially train industrial. In this case, the function of alloy steel which contained on train’s component is used for knuckle. It is made of manganese alloy steel based on AAR M-201 Grade E which is standardization of PT Barata Indonesia. Knuckle is used for connect two train carriages. PT Barata Indonesia always do improvement so that knuckle has mechanical properties which is standardization of AAR Grade E. This research discuss about influence temperature variation on heat treatment to mechanical properties and microstructure of manganese alloy steel with code AAR M-201 Grade E. Quenching temperature 930ºC with holding time for three hours, then tempering temperature variation were 450ºC, 500ºC, and 550ºC with holding time for two hours got alloy steel which had standardization of mechanichal properties. Results of heat treatment would analized about tensile strength, hardness, and physical properties whether was suitable or not suitable with AAR M-201 Grade E standardization. From the research on the manganese alloy steel for knowing influence tempering heat treatment of temperature variation to optimization mechanichal properties and microstructure changes, both have related connection. Mechanichal properties that optimal when given quenching that heat treatment 930ºC then tempering 450ºC is producing maximum tensile strength amount 1044 MPa and hardness amount 295,04 HB with support perlite structure spread around ferrite already appropriate with AAR M-201 Grade E standard.
Kata Kunci : alloy steel, AAR M-201 Grade E, tempering