PENATAAN KORIDOR KOMERSIAL JALAN KALIURANG KM 4.5 - 6 DENGAN ADAPTASI KONSEP COMPLETE STREET
TIKASARI AFNANI ZULI, Ir. Didik Kristiadi, MLA., MAUD.
2018 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAKoridor Jalan Kaliurang KM 4.5 - 6 merupakan koridor yang berada pada kawasan aglomerasi perkotaan Yogyakarta. Jalan ini merupakan jalan kolektor primer yang menghubungkan Kota Yogyakarta dengan Kabupaten Sleman, terkhusus Desa Kaliurang. Kegiatan di sepanjang Jalan Kaliurang beragam. Penggal Jalan Kaliurang KM 4.5 - 6 memiliki karakteristik kegiatan perdagangan. Posisi koridor yang bersebelahan dengan Universitas Gadjah Mada menjadikan koridor berfungsi sebagai kawasan pelayanan kampus. Perkembangan fisik kawasan pada koridor jalan terjadi secara pesat. Permasalahan yang bermunculan pada kondisi saat ini adalah kemacetan, pembangunan yang tidak terkontrol, dan kontinuitas yang terganggu. Maka dari itu, penataan terhadap koridor Jalan Kaliurang sangat diperlukan guna meningkatkan aksesibilitas dan kontinuitas pada koridor, serta membantu meningkatkan perekonomian koridor. Konsep Complete Street merupakan konsep utama yang digunakan sebagai dasar perencanaan koridor Jalan Kaliurang. Konsep ini diadaptasi dan disesuaikan dengan kebutuhan koridor yang merupaka koridor perdagangan. Elaborasi konsep Complete Street dengan konsep Walkability, Skywalk Systems, Commercial Strip dan Commercial Street diperlukan guna mewadahi ide utama pada penyelesaian masalah. Prinsip utama yang digunakan adalah mobility, accessibility, buildings, dan streetscape. Penambahan prinsip economy uses merupakan penyesuaian terhadap kondisi koridor sebagai koridor perdagangan. Konsep ini kemudian iterapkan dalam tujuh elemen desain yang telah disesuaikan dari delapan elemen rancang kota Shirvani. Elemen-elemen tersebut adalah fungsi bangunan, bentuk dan massa bangunan, sirkulasi dan parkir, ruang terbuka hijau publik, jalur pedestrian dan penyebrangan, pendukung kegiatan, dan penanda. Fokus utama perencanaan bertumpu pada sirkulasi lalu lintas, sistem parkir, aksesibilitas dan kontinuitas pejalan kaki, serta fungsi bangunan. Sasaran perencanaan terbagi menjadi dua pemilik kepentingan yaitu pengguna kendaraan dan pengguna ruang. Penataan koridor komersial Jalan Kaliurang menggunakan metode Soft System Methodology (SSM). Penataan ini menghasilkan masterplan, rencana detail, guideline, dan rencana aktivitas bagi pelaksana dan penerima dari program penataan.
Jalan Kaliurang is a street corridor located in the agglomeration of Yogyakarta's urbanized area. This corridor is a primary collector road that connects Yogyakarta City with Sleman Regency, specifically Kaliurang Village. The activities alongside Jalan Kaliurang are varied. Jalan Kaliurang KM 4.5-6 section is characterized as a commercial area. Located next to Universitas Gadjah Mada, this corridor serves as the campus's service area. Physical development of the corridor is growing very rapidly. The problems that are currently rising is traffic, uncontrolled development, and disturbed continuity. Therefore, the reforming of Jalan Kaliurang corridor is highly needed in order to improve accessibility and continuity of the corridor, and also to help improve the economy of the corridor. Complete Street is the main concept that is used as the foundation of this planning. This concept is adopted and adjusted based on the corridor's needs as a commercial corridor. Elaboration of the Complete Street concept which features Walkability, Skywalk Systems, Commercial Strip, and Commercial Street concepts is needed in order to accommodate the main ideas on solving the problems. The main principals that are used in this planning are mobility, accessibility, buildings, and streetscape. The addition of the economy uses principle is an adjustment to the corridor's role as a commercial corridor. This concept is then applied in Shirvani's eight urban design elements. Those elements are building use, building form and massing, circulation and parking, open space, pedestrian, activity support, and signage. This planning is focused on traffic circulation, parking system, accessibility, pedestrian continuity, and building use. This planning is aimed for vehicle and also space users. This planning of Jalan Kaliurang commercial corridor is using Soft System Methodology (SSM). This planning produced a master plan, detailed plan, design guidelines, and activity plan for the implementers and the recipients of the program.
Kata Kunci : Koridor Komersial, Complete Street, Walkability, Commercial Street � Strip, Soft System Methodology