Persepsi Konsumen Terhadap Kualitas Daging Sapi Asal Rumah Potong Hewan
I PUTU ADI MAS SAPUTRA, drh. M. Th. Khrisdiana Putri, M.P.,PhD
2018 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANDaging sapi merupakan sumber protein hewani berkualitas tinggi bagi masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas daging sapi asal Rumah Potong Hewan (RPH) berdasarkan penilaian konsumen. Data kelengkapan fasilitas dan tata cara pemotongan hewan diperoleh melalui observasi dan wawancara terhadap petugas RPH. Persepsi konsumen terhadap kualitas daging sapi asal RPH diperoleh melalui proses wawancara terhadap 51 orang konsumen dengan perincian 20 di kota Yogyakarta, 21 di kota Makassar, dan 10 orang di kota Purbalingga. Persepsi konsumen terhadap kualitas daging sapi di kota Yogyakarta, Makassar, dan Purbalingga menunjukan daging sapi higienis/ aman dan empuk (100%). Konsumen di kota Yogyakarta dan Makassar menilai daging sapi juicy (90%) dan harga murah (95%), sedangkan dalam pengolahan daging sapi konsumen di kota Yogyakarta (85%) dan Makassar (95%) menyatakan tidak mengalami kesulitan. Sebagian besar konsumen di kota Yogyakarta (95%) dan Makassar (80%) selalu kembali kepada penjual yang sama untuk membeli daging sapi. Berbeda dengan konsumen di kota Purbalingga yang sebagian besar menyatakan daging sapi tidak juicy (80%). Konsumen Purbalingga sebanyak 60% juga menyatakan mengalami kesulitan dalam pengolahan daging sapi, serta menilai harga daging sapi mahal, selain itu konsumen juga menyatakan tidak selalu kembali kepada penjual yang sama.
Beef is a high-quality animal protein source for human. The purpose of this research is to evaluate the quality of beef from abbatoir based on costumer appraisal. The data of the abbatoir facilities and slaughtering procedures were obtained through observations and interviews with the official of abbatoir. The costumer perceptions on the beef quality were obtained by interview to a total of 51 costumers: 20 in Yogyakarta, 21 in Makassar, and 10 in Purbalingga. The beef costumers of Yogyakarta, Makassar, and Purbalingga assessed the meat was hygienic, safe and tender (100%). The costumers in Yogyakarta and Makassar claimed the beef were juicy (90%) and low price (95%). Also most of the customers in Yogyakarta (85%) and Makassar (95%) experienced effortless cooking process. To add, most costumers in Yogyakarta (95%) and Makassar (80%) always return to the same butcher. In contrast, most customers in Purbalingga claimed the beef were dry (80%), difficult to process, expesnsive, and rarely return to a same butcher (60%).
Kata Kunci : Rumah Potong Hewan (RPH), kualitas daging sapi, persepsi konsumen