PENENTUAN MUTU BUBUK HASIL PENGGILINGAN BERDASARKAN PENGUJIAN WARNA SEDUHAN DAN KADAR AIR TEH HITAM KERING DI PT PERKEBUNAN TAMBI UP TAMBI
RIKE CITRA ARDANI, Iman Sabarisman S.T.P., M.Si
2018 | Tugas Akhir | D3 AGROINDUSTRIPT Perkebunan Tambi UP Tambi merupakan salah satu perusahaan pengolahan teh hitam. Pengolahan teh hitam di PT UP Tambi menggunakan sistem orthodox rotor vane. Pada sistem ini, proses penggilingan akan menghasilkan tiga jenis yaitu bubuk 1 hasil dari ayakan 7 mesh, bubuk 2 hasil dari ayakan 6 mesh dan bubuk 3 hasil dari ayakan 5 mesh yang akan berlanjut pada proses fermentasi dan pengeringan. Klasifikasi proses penggilingan akan menjadi acuan dasar dalam proses sortasi kering. Namun, quality control PT UP Tambi hanya dilakukan dengan uji organoleptik yang dilakukan oleh satu orang panelis. Hal ini memiliki kelemahan karena kemungkinan terjadi bias pada hasil yang diperoleh. Oleh karena itu, perlu adanya pengujian secara objektif dengan alat laboratorium. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh klasifikasi 3 jenis bubuk teh hasil penggilingan terhadap mutu teh hitam kering dan mengetahui kesesuaian klasifikasi mutu I, II dan III berdasarkan hasil penggilingan dilihat dari pengujian warna seduhan. Pengujian yang dilakukan yaitu uji kadar air dengan metode oven atau termogravimetri, uji perbedaan nyata ketebalan bubuk saat fermentasi dan uji waarna seduhan dengan menggunakan nilai color difference sistem Hunter Lab. Pengujian objektif yang dilakukan hanya warna seduhan dikarenakan uji organoleptik tersebut dapat dilakukan dengan bantuan alat seperti chromameter. Setelah dilakukan pengujian mutu, data tersebut selanjutnya dianalisis dengan Uji One Way Anova dengan Uji Lanjut Duncan untuk mengetahui perbedaan secara signifikan dari ketiga jenis bubuk teh hitam. Hasil dari analisis uji anova menunjukan bahwa 1) klasifikasi bubuk hasil penggilingan berpengaruh nyata atau terdapat perbedaan secara signifikan terhadap kadar air, warna seduhan dan ketebalan bubuk pada saat fermentasi, 2) klasifikasi mutu I,II, III sudah sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan dengan PT UP Tambi
PT Perkebunan Tambi UP Tambi is a black tea processing company. The black tea processing in PT UP Tambi using orthodox rotor vane system. In this system , grinding process will produce three kind of powder which is powder 1 from 7 mesh sieve, powder 2 from 6 sieve and powder 3 from 5 mesh sieve, that will continuing the process to fermenting and drying. Grinding classification process will be the base of dry sortating process. However, PT UP Tambi quality control will only do organoleptic test by using panelist. This methode had disadvantage cause it will bring some bias to the result of the test. Because of that, objective test using laboratory instrument is necessary. This powder from the grinding process to the dry black tea quality and to know the fitness classification of quality I, II and III based on steeping colour test of each grinding result. This test done by water content test with thermogravimetri methode, anova on powder thickness and steeping color test by using color difference point or Hunter Lab System. The only one objective test is steeping color because the other objective kind of test which is organoleptic test can be done by use an instrument for example chromameter. After that, the next test is One Way Anova Test and if the result have significant difference the next step is doing Duncan Test. The result of anova test show that 1) the grinding result powder classification have significant affected to the water content, steeping color and the powder thickness when its on fermentation process, 2) classification of quality I,II,III is already fit with quality standar of PT UP Tambi
Kata Kunci : kadar air, klasifikasi teh, penggilingan, teh hitam, warna seduhan